Saturday, 31 July 2010

Nasib Pendidikan Indonesia, 12 Tahun Reformasi

DENGAN penuh semangat si bapak mengayuh becaknya. Dia seakan tak peduli betapa panasnya sengatan Mentari siang itu. Ketika tidak ada penumpang, si bapak biasa mangkal bersama dengan para tukang becak lainnya. Jika diamati sepintas, kehidupan yang dijalani bapak yang sudah berkeluarga ini, tidak beda jauh dengan sesama tukang becak yang lainnya.

Setiap pagi, si bapak ini terlihat menenteng setumpuk buku dan beberapa alat tulis. Pakaiannya juga kelihatan berbeda. Tiba disebuah ruangan, beliau menyapa dengan ucapan “Selamat Pagi Anak-Anak?” yang disambut dengan ucapan serupa dari anak-anak. Kita tidak akan menyangka kalau si tukang becak yang tampak di siang hari, adalah salah seorang staff pengajar alias guru di sebuah Sekolah Dasar (SD).

Di tempat lain, seorang wanita tengah tengkurap di atas tikar pandan, di sebuah rumah yang terbilang cukup sederhana. Tubuhnya hanya berbalutkan selembar kain “jarik”. Wanita paruh baya tersebut, sebut saja Sri sedang menggosok punggung wanita itu, dengan berbekal se-"lepek" minyak goreng. Apabila dilihat sepintas, Sri tampak seperti wanita biasa. Akan tetapi kita tak akan pernah mengira bahwa Sri punya profesi yang sungguh mulia. Ya, wanita ini biasa dipanggil Bu Guru, di sebuah SD di daerahnya.

Reformasi yang disuarakan dua belas tahun yang lalu, belum membawa perubahan yang signifikan, situasi pendidikan di Indonesia sepertinya masih berjalan di tempat. Bagi bapak si tukang becak dan Sri tak ada pilihan lain selain mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Yang penting halal,” itulah prinsip yang tertancap kuat di benaknya dalam melakukan pekerjaan.

Dalam hati, saya merasa tidak rela. Alangkah malangnya nasib para pendidik generasi penerus bangsa ini. Orang-orang yang diserahi tugas berat dalam mencerdasakan, mempersiapkan para pemimpin masa depan. Ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah dan upaya perbaikan kesejahteraan guru belum muncukupi dan merata. Kalau sampai seorang guru harus “nyambi”, sudah jelas bahwa gaji yang mereka terima belum bisa mensejahterakan. Disamping itu masih banyak potret kehidupan dunia pendidikan yang mencerminkan belum adanya perubahan meskipun sudah sekian tahun paska reformasi.

Pelecehan seksual oleh guru terhadap anak didiknya. Guru yang bingung menutupi wajahnya ketika digiring pihak berwajib, karena ketahuan melakukan kekerasan pada muridnya. Tingginya angka anak-anak yang putus sekolah, atau bahkan tidak bisa bersekolah sejak dini. Biaya sekolah yang semakin mahal, bangunan sekolah yang hampir roboh, murid dan sekolah yang ditinggal pergi guru-gurunya untuk berdemonstrasi, perkelahian antar pelajar, dan masih banyak lagi.

Lalu apakah kita semua, terutama pemerintah akan tetap menutup mata hati terhadap permasalahan tersebut. Siapa lagi yang akan memberi lecutan reformasi untuk membangkitkan semangat, menciptakan perubahan signifikan pada sendi-sendi pendidikan di Negeri ini?

Artikel ini, bentuk komitmen Pelangi Anak mendukung gagasan TRIMATRA, posting kolaborasi “DIBAWAH BEDERA REFORMASI”

47 comments:

  1. Nah, ketemu deh ama tulisan yang kritis dan inspiratif. Menyoal dunia pendidikan era reformasi kayaknya emang jauh dari harapan. Justru kadang kebebasan era reformasi malah membawa serta berbagai persoalan2 baru di dunia pendidikan yang merugikan siswa,orang tua dan guru.

    ReplyDelete
  2. met pagi, berkunjung ke blog sahabat...

    ReplyDelete
  3. payah memang membahas dunia pendidikan kita. selalu saja terjadi saling lempar antara pihak terkait. guru seringkali menyalahkan pemerintah soal gaji. pemerintah menjawab katanya 20% dari apbn sementara cukup. masyarakat mengeluh katanya sekolah gratis tapi pungutannya gede.
    apa mungkin harus dikembalikan ke jaman dulu dimana keluhan di dunia pendidikan jarang terdengar, padahal semua fasilitas dan anggaran serba minim...?
    yang jelas aku jadi kangen oemar bakri seperti yang aku tulis disini http://blog.rawins.com/2010/05/potret-usang-oemar-bakery.html

    ReplyDelete
  4. sukarnya pengorbanan seorang guru... moga Allah memberikan kekuatan untuk mereka terus menyalakan api lilin yang membakar diri

    ReplyDelete
  5. Good post, itu yang terjadi dengan guru, lalu apa tidak halal bekerja sebagai pkl? Tuh mereka pada digusur mbak...

    ReplyDelete
  6. adduuhh miris juga ya kalo ngeliat yang kayak gitu.. kadang ada hal-hal penting yang harus dilakukan demi mempertahankan hidup... memang sih, kesejahteraan itu juga tergantung pemerintahnya. Mungkin itulah pilihan hidup juga, karena mungkin itulah hal yang terbaik yang bisa mereka lakukan

    ReplyDelete
  7. ahhh bangus banget tulisannya! >.<
    betul betul betul! siapa lagi yang akan meberikan suntikan semangat reformasi kalau bukan kita2 generasi muda! ^_^
    makasih kak udah follow :D
    aku follow balik ya kak! ^_^

    ReplyDelete
  8. masa reformasi sudah berjaLan, namun peLaksanaannya beLum signifikan. entah mau dibawa kemana bangsa ini.
    saya sebegai saLah aktifis di bidang ini (pendidikan) merasakan mirisnya saat meLihat sebagian anak-anak jaLanan yang putus sekoLah dan anak-anak dari keLuarga prasejahtera yang tidak bisa menyeLesaikan pendidikan, haL tersebut bukan karena kemaLasan mereka (sebagian) tetapi memang karena kemiskinannya.
    saLam koLaborasi.

    ReplyDelete
  9. Sebetulnya guru yang menolong orang dengan memijitnya agar sembuh dari penatnya tidak maslah, guru yang mengantar orang bepergian dengan becaknya juga tidak masalah, selama "menolongnya" itu bukan untuk mencari tambahan penghasilan gara-gara gaji mereka sebagai guru belum mensejahterakan.
    Masalahnya pendidik sekarang jadi tidak fokus dalam bidangnya karena "otaknya" harus diperas extra untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya juga. Kasihan sekali gur-guru bangsaku ...

    ReplyDelete
  10. Kasihan nasib-nasib para guru ya...sist.

    ReplyDelete
  11. Dalam dunia pendidikan sudah menjadi asumsi bahwa ketika pendidikan menghadapi peserta didik yang belum dewasa si pendidik harus meningkatkan peranannya. Sebaliknya, ketika menghadapi peseta didik yang sudah dewasa peranannya mengurang, lebih sebagai fasilitator.

    Peranan yang hendaknya turut dimainkan ketika menyelenggarakan suatu program reformasi sekurang-kurangnya ada dua hal, yaitu sebagai figur teladan dalam cita-cita reformasi dan dinamisator interaksi yang pedagogis (mendidik). Inilah figur paedagog sepanjang zaman. Siapa mereka itu untuk Indonesia saat ini?

    ReplyDelete
  12. Dalam memaknai pendidikan setiap bangsa memiliki pengalamannya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan Indonesia. Belum tuntasnya reformasi pendidikan karena belum terbukanya ruang dialog sebagai tindakan komunikasi. Iklim demokrasi sekarang ini malah tidak menjamin membawa pendidikan ke arah yang lebih transformatif.

    Pembenahan pendidikan baru pada tahap kulit luarnya saja belum kepada sistemnya sebagai kulit yang paling dalam. Melihat sejarah sebelumnya, kebangkrutan bangsa ini berawal dari kegagalan pembangunan yang salah arah dan terjebak pada bujuk rayu globalisasi. Selama 32 tahun lebih masyarakat dininabobokan oleh kebijakan pembangunan (developmentalisme) yang justeru menguras isi perut dan potensi bangsa yang gemah ripah lohjinawi.

    Mungkin banyak dari teman, saudara atau rekan kita yang tidak seberuntung kita saat ini.

    Sekelumit permasalahan pendidikan bangsa ini terus menghadang sepanjang pencarian jati dirinya. Anggaran pendidikan yang hanya berkisar 12,8 % dari APBN masih jauh dari kebutuhan bangsa ini untuk membangun sebuah bangsa yang besar.

    Dalam benak, mungkin kita bertanya, apakah pemerintah bangsa ini sangat pelit untuk menganggarkan pendidikan yang layak untuk generasi muda? Ataukah pemerintah tidak begitu paham mengenai pentingnya arti pendidikan dalam meregenerasi bangsa ini?

    ReplyDelete
  13. assalamualaikum...
    salam reformasi.
    dunia pendidikan harus direformasi juga,
    masih banyak warga negara yang belum memperoleh hak atas layanan pendidikan.
    salam

    ReplyDelete
  14. Reformasi memang sudah bergerak paling tidak 12 tahun, akan tetapi memang masih banyak yang perlu diperbaiki di negeri ini, terutama pendidikan, karena pendidikan yang baik akan menentukan kemajuan anak negeri sekaligus bangsa ini secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  15. aku suka banget sama artikel ini, bagus. aku save yaaaaa mbakkk

    ReplyDelete
  16. Pasti Reformasi pendidikan pada 12 tahun yang akan datang akan menghadapi tantangan yang lumayan berat. Terutama dari sisi biaya. Bukan menjadi rahasia umum lagi, biaya pendidikan sekarang ini begitu mencekik. Orang tua dihadapkan pada dilema keinginan untuk terus menyekolahkan si anak sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau menghentikan keinginan itu sama sekali karena terbentur dengan biaya yang sulit ditanggulangi. Pemerintah sudah saatnya memikirkan ini untuk kelanjutan pendidikan dimasa datang

    ReplyDelete
  17. Mbak Nonik, ini account-ku, silahkan berkunjung balik, sebagai hadiah atas hadirnya blog sederhana ini, terimakasih!

    ReplyDelete
  18. Sebuah permulaan telah aku mulai Che, semoga Mochin akan tetap semangat dan terus rajin melanjutkan, sambil belajar, untuk berbenah, menyapa hari esuk yang lebih baik!

    Terimakasih atas motivasinya, yang telah dilecutkan, juga membuka wacana baru, menggiring Mochin untuk bergaul di dunia baru ini...

    ReplyDelete
  19. Postingannya inspiratif dan mencerahkan.
    Fenomena kelanjutan reformasi sangat menprihatinkan. Khususnya di bidang pendidikan. Andai saja dlm kitab suci boleh pesimis, maka saya sangat pesimis dg blunder reformasi ini.
    Tapi, setidaknya kita bsa mereformasi diri kita, dari keshalehan pribadi menjadi keshalehan sosial.
    Salam sobat :)

    ReplyDelete
  20. Sejenak tafakur dalam kehingan……..
    Memaknai arti hidup dalam seraingkaian khilaf dan dosa…..
    Lisan kadang tak terjaga,….
    Jannikadang terabaikan,……
    Hati kadang berprasangka,….
    Sikap kadang menyakitkan,…..
    Harapan ini akan menjadi indah…..
    Jika maaf & silahturrahim ada diantara kita.
    Selamat menempuh bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah.
    Mohon maaf lahir dan batin.
    Semoga Allah selalu memberikan
    Taufiq, Hidayah, Maghfirah dan Ridho-Nya untuk kita semua.
    Amiiiii….n !

    ReplyDelete
  21. sampai saat ini masih banyak anak2 putus sekolah...

    ReplyDelete
  22. Yang masih berantakan mari sama2 kita 'beres'kan sist, yg sdh 'nyaman' kita pertahankan plus tingkatkan. Keep spirit..!

    Salam Pendidikan

    ReplyDelete
  23. ammm menggugah sekali..
    semua tentunya akan kembali ke masing-masing individunya...
    pendidikan yang maju juga gag lepas dari lingkungan sekitar yang menyokong kemajuan [keberhasilan] sebuah pendidikan....

    ReplyDelete
  24. Reformasi belum mampu memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  25. Salam Kenal dariku, artikel menarik :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

    ReplyDelete
  26. assalamualaikum
    dinamika Reformasi pendidikan yang tak terasa sudah 12 tahun telah di lewati bangsa ini namun
    apa yang telah dicapai dunia pendidikan bangsa ini semoga bangsa ini dapat belajar untuk berbenah diri untuk mengapai hari esuk maju dan lebih baik

    ReplyDelete
  27. aku mampir lagi nih sob :D
    postingan terbarunya mana sob :)

    ReplyDelete
  28. hm. . itu tukang becak merangkap jadi guru atau gimana ta. .

    ReplyDelete
  29. ayooh mbak update update,,, murid dah menunggu baca2 nih :D

    ReplyDelete
  30. pa kabar sobat...datang mencicipi info bermanfaat

    ReplyDelete
  31. adakah senyum ini terbalaskan...senyum manis bt U sob

    ReplyDelete
  32. puasa tetep update dong.. :)

    ReplyDelete
  33. Terima kasih buat temen-temen blogers yang tidak berhenti menyemangati, memberikan motivasi luar biasa sehingga membuat saya bersemangat lagi untuk lebih rajin blogwalking dan update tulisan ... met menjalankan ibadah puasa juga dech!

    ReplyDelete
  34. Tanpa mengesampingkan pentingnya meningkatkan kesejahteraan guru di tanah air.. saya ingin menceritakan sedikit tentang beberapa guru sekolah saya dulu yang profesi utamanya bukan sebagai guru.

    Guru-guru saya ini memiliki pekerjaan/profesi lain yang sesuai dengan bidang mereka. Sementara menjadi guru, bagi mereka, adalah sebuah syiar dan amal mereka bagi umat.

    Mungkin perbedaan antara guru-guru saya dengan dua karakter yang dikemukakan Mba Yulinda adalah tingkat kesejahteraan para guru ini karena perbedaan profesi yang mereka pilih -profesi selain sebagai guru, maksud saya-. Namun, secara pribadi pada saat itu, saya merasakan ada perbedaan yang sangat besar dari cara mengajar guru-guru saya yang memiliki profesi utama selain mengajar di sekolah.

    Di masa sekolah saya dulu, belum ada kurikulum dengan pendekatan praktis/profesi, namun, guru-guru yang memiliki dua profesi sudah menerapkan cara mengajar dengan pendekatan profesi pada murid-murid, meskipun mata pelajaran yang mereka bawakan tidak selalu merupakan profesi yang mereka tekuni.

    Sekali lagi, saya tidak mengecilkan arti kesejahteraan guru, karena hal ini amat sangat penting untuk diperjuangkan. Saya hanya teringat pada beberapa guru saya yang memiliki kisah serupa dan sukses dalam mendidik murid-muridnya.

    Mungkin, selain pemerintah, kita semua yang pernah menjadi murid perlu juga memikirkan kesejahteraan guru-guru yang pernah mendidik kita. Kalau waktu masih bersekolah, kita dianjurkan untuk tidak memberi hadiah berlebihan pada guru agar tidak menjadi kecemburuan sosial di sekolah. Namun setelah kita lulus dan sukses, tidak ada salahnya sesekali 'mengintip' kehidupan guru-guru kita dan memberikan bantuan bila diperlukan karena mereka adalah orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita juga.. :-)

    ReplyDelete
  35. ea,,gaji guru akan meningkag seiring dengan meningkagnya gaji DPR. kesenjangan gaji guru swasta sangat terasa dan bahkan seperti kuli bangunan...
    persiapkan untuk mengubah masa depan seorang guru kdepan

    ReplyDelete
  36. perkembangan pendidikan di tanah air tidak terlalu signifikan terlihat.. luar biasa,,

    ReplyDelete
  37. luar biasa bemanfaat infonya yang disajikan blog ini semoga blog ini sukses dengan rank tertinggi, amin

    ReplyDelete
  38. info nya sangat bermanfaat..makasi yah..

    ReplyDelete
  39. kalo uda nyimak dunia pendidikan ,,kita memang masih jauh ..

    ReplyDelete
  40. Bagus artikelnya bermanfaat bangat.....

    ReplyDelete
  41. makasih atas infonya sangat meanrik dan artikelnya keren banget
    obat lemah syahwat
    obat asam urat

    ReplyDelete
  42. Keyakinan adalah kunci yang menjadi faktor utama dalam sebuah keberhasilan

    ReplyDelete