Sunday, 9 May 2010

KETIKA ANAK BERCITA-CITA (BAGIAN I)

Kenaikan kelas sebentar lagi akan tiba. Seperti yang terjadi di sebuah sekolah, di tempat saya mengajar. Tepatnya di kelas kelompok bermain yang penghuninya berusia sekitar 3-4 tahun. Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya. Guru mendokumentasikan cita-cita anak. Mulailah guru menanyai anak satu persatu. Ada yang ingin jadi pilot, tentara, pembalap, dokter, pegawai bank, dan masih banyak lagi. Berikut salah satu petikan percakapannya:
Guru: “Arif, besok kalau sudah besar mau jadi apa?”
Arif: “Mau jadi polisi”.
Guru: “Kalau Dela ingin jadi apa?”
Dela: “Pengen jadi polisi juga”.
Guru: “ Kalau Nisa, besok pengen jadi apa?”
Nisa: “Polisi”.
Guru: “Selain polisi apa?”
Nisa tampak berpikir sejenak lalu menjawab dengan datar dan polos.
Nisa: “Tukang parkir”.

Mendengar hal itu serentak para guru langsung tertawa terbahak, terutama saya, karena tidak menyangka akan mendapatkan jawaban yang tidak terduga dari anak.

Tapi yang perlu dicermati oleh pembaca sekalian adalah ini bukan merupakan bentuk pengulangan atau jawaban anak yang ikut-ikutan temannya.

Kalau dicermati lebih dalam jawaban Nisa memang lucu dan cerdas. Dia mencari jenis pekerjaan yang hampir mirip dengan polisi, yaitu berseragam dan menyemprit. Ya, itulah kesamaan antara polisi dengan tukang parkir.

Selain itu ada juga anak yang bercita-cita jadi princess, karena menganggap princess itu hidupnya akan bahagia, di istana dan kaya raya, seperti yang mereka saksikan di film televisi dan mereka lihat di buku. Wajah yang cantik, baju yang berwarna-warni itulah yang menjadi keinginan anak.

Ada juga yang bercita-cita menjadi mickymouse. Ketika ditanya alasannya si anak menjawab, karena micky punya telinga yang bagus, besar, dan lebar. Kwak..kak..kak..kak….

Ada juga yang ingin jadi power rangers, spiderman, dan ultraman. Itu karena mereka terpengaruh dengan aksi superhero idola mereka di film.

Ada-ada saja ketika anak menyebutkan sesuatu yang menjadi keinginannya atau cita-citanya. Selalu tidak terduga, cerdas, dan penuh kelucuan serta mengandung unsur imajinasi.

42 comments:

  1. Hah ha ha ha...pengalaman yang menarik. Seragam tukang parkir memang ada miripnya dengan baju resmi yang dikenakan petugas Polisi, kemudian, mereka sama-sama dibekali dengan 'senjata' sempritan ... kalau tukang parkir sekali semprit 500-1000 perak, tapi kalau Polisi, bisa berlipat-lipat ha ha ha ha

    ReplyDelete
  2. yak betul. sebenarnya tidak hanya itu cita-cita anak. Ada anak perempuan yang bercita-cita jadi barbie, lucu sekali.

    ReplyDelete
  3. Cara berfikir anak, terkadang memang masih sederhana, kecuali mereka yang punya kecerdasan diatas rata-rata. Seperti, kasus Barak Obama, konon sejak kecil dia sudah bercita-cita menjadi seorang President ... kalau cita-cita Mbak Yulinda sendiri apa ketika masih kecil?

    ReplyDelete
  4. jadi inget dulu....biasanya menjawabnya ingin jadi guru...walaupun saat ini tidak kesampaian juga.
    memang dunia anak itu indah ya...jawaban mereka kadang menghentak kita sebagai orang tua.

    ReplyDelete
  5. Dulu waktu kecil saya juga asal-asalan. Ketika ditanya apa cita-cita saya, saya jawab ingin jadi astronot, karena saya suka sekali dengan perbintangan atau astronomi. Saat itu setiap orang yang mendengar cita-cita saya selalu tertawa, karena cita-cita tersebut termasuk cita-cita yang sulit dan hanya impian belaka bagi anak seperti saya waktu itu. Cita-cita ini masih terus saya pegang sampai kelas 6 SD, apalagi ketika pelajaran IPA yang diberikan di sekolah membahas tentang tata surya. Tapi ketika saya sudah masuk SMP cita-cita saya sudah berubah.

    ReplyDelete
  6. apa yg dilihat anak sedikit banyak mempengaruhi jawaban mereka...
    benar-benar lucu...tapi tentu ada hikmah dari jawaban mereka yg beragam.

    ReplyDelete
  7. Wah cita-cita yang tinggi sekali, andaikan cita-cita Mbak Yulinda jadi kenyataan, pastilah akan menjadi astronot wanita pertama di Idonesia, bahkan di Asia Tenggara he he he !

    ReplyDelete
  8. lucunya lagi anak saya mba', ketika ditanya kalo sudah gede mau jadi apa : "Preman" jawabnya. ha..ha..ha..
    ternyata setelah diselidiki, dia seneng ama pakaian rompi yang sering dipake ama preman2 di sinetron anak-anak itu..
    ada-ada saja..
    keep posting mbak..

    ReplyDelete
  9. masih mending pengen jadi tukang parkir, asal jangan pengen jadi perampok aja. hehhee

    ReplyDelete
  10. lentur buluh biar dari rebungnyah kecil jada, kalo sudi ultraman besar nanti jadi apa yea?

    ReplyDelete
  11. Ya Allah...lucunya.Benar,saya ketawa ngakak dengan cita-cita Nisa.

    ReplyDelete
  12. gw waktu kecil kl ditanya cita2nya gampang banget berubah2, skrg gw jd mikir pantes ga sih nanyain cita2 ke anak sekecil itu?

    ReplyDelete
  13. Kalau cita-citaku ingin jadi tukang insinyur, yaaah tellaaat....hehehe

    ReplyDelete
  14. He..he...kata yang keluar dari mulut anak2 memang spontan mba, terpengaruh apa yang ia lihat dan ia dengar...

    Salam hangat & sukses selalu...

    ReplyDelete
  15. cita2 saya dulu suka berubah2 mbak...

    ReplyDelete
  16. He he he...memang paling asyik ngomongin cita2 sama anak-anak usia segitu Mbak. Rame argumentasinya. Jamin cita2 mereka bakal berubah-ubah seperti jadwal minum obat.. '3 x sehari' hi hi hi..

    Ditunggu kelanjutan tulisannya...
    SAlam Pendidikan

    ReplyDelete
  17. Salam buat Yulinda,
    ha ha ha, setiap N3mu amat terkesan dihatiku.

    ReplyDelete
  18. Assalamu'alaykum..
    Salam kenal mbak Yulinda.. :)
    Ada waktu, mampirlah ke ruang belajar kami..
    http://muslimahbelajar.wordpress.com/
    semoga Allah memberkahimu

    ReplyDelete
  19. Lucu, kalau anak diminta menyampaikan cita-citanya, spontan dan mengejutkan orang dewasa he3x!

    ReplyDelete
  20. selamat sore ibu guru cantik...ditunggu cerita lainnya.

    ReplyDelete
  21. salam sobat
    wah pengalaman yang menarik..
    lucu sekali

    ReplyDelete
  22. Hm hm hm... pantaslah kiranya anak2 dinamakan permata hati, karena keluguannya mmbuat qt tersenyum.
    kalau boleh tau, cita2 penulis sendiri ketika masih kecil apa? hehe

    ReplyDelete
  23. Zulfikry: cita-cita saya sudah pernah saya jawab di atas.

    ReplyDelete
  24. yang penting tidak ada pemaksaan dalam diri anak" untuk menggapai angan dan citanya

    ReplyDelete
  25. Berkunjung dengan tampilan baru sobat.
    link sudah terpasang si blogroll saya sobat,link backnya ya....

    ReplyDelete
  26. ohohohow...

    ahahaiii...

    jadi keinget cita2 ku waktu kecil :
    jadi tukang jualan jajan kliling
    hahaha

    ReplyDelete
  27. huahahaha.. lucu ya,
    anak2 masih sangat polos dan bersih, tinggal seperti apa lingkungan membentuknya,

    aku jadi inget waktu dulu belajar bareng ama anak2 jalanan. pas ditanya cita-citanya apa, banyak yang bilang pengen jadi pengamen, mungkin jawaban itu memang sebatas apa yang mereka tahu dan mereka lihat di sekitar mereka..

    keep posting sista, salam kenal ya, ditunggu kunjungan baliknya, :)

    ReplyDelete
  28. hhhh,, indahnya masa kecil,, rasanya aku mo jadi anak tk lagi dan g mw jadi orang gede T^T

    ReplyDelete
  29. saya dulu bercita2 jadi dokter,
    sampe SPMB juga milih kedokteran,
    sayang ngga keterima,
    keterima di teknik, hehehe

    kenapa anak kecil jarang pengen jadi engineer yah, hhiihihii

    ReplyDelete
  30. semoga anak2 nggak ada yang bercita-cita jadi koruptor ya mbak?
    parah juga tu,kalo masih anak2 bercita-cita menjadi koruptor.wkwkwk

    ReplyDelete
  31. Ukhti...ikutan kontes blog kisah sejati yuukk...!
    seru lo berbagi inspirasi. Aturannya ada pd link artikel Q yg d lombakan. Gak pake SEO lo..!

    Salam kreatifitas

    ReplyDelete
  32. alangkah indah dunia anak penuh pelangi bebas berimajinasi tanapa tekanan dan realita hidup , tapi apakah anak jalanan yang kadang nggak makan 2 hari 2 malam bisa merasakan itu juga ya??

    ReplyDelete
  33. kalau aku ingin jadi orang kaya aja deh

    ReplyDelete
  34. assalamu'alaikum ...
    salam silaturahim, terimakasih sudah berkunjung dan follow.

    ReplyDelete
  35. dunia anak selalu penuh kejutan ya! Jadi inget waktu si sulung masih batita, dia bercita-cita jadi power rangers!! haha ...

    Met siang bu guru ... maaf saya baru berkunjung lagi. Selamat beraktivitas

    ReplyDelete
  36. Cita-citanya adalah hatinya yang sedang bermain....

    ReplyDelete
  37. jadi ingat dulu di skul sering ditanya guru cita-2nya apa..n rata-2 semua menjawab dokter n polisi..sedangkan aq bercita-cita jadi astronout.. tapi ngak kesampaian..haha

    ReplyDelete
  38. Sudah pasti tak terduga apa yang terlontar dari malaekat kecil seperti itu...
    Kita yang dewasa yang hanya bisa membantunya untuk menunjukkan alternatif professi lain he he he ...

    ReplyDelete
  39. TERIMAKASIH BANYAK UNTUK TEMEN SESAMA BLOGGERS YANG TELAH MELUANGKAN WAKTU BERKUNJUNG KE PELANGI ANAK, TUNGGU KUNJUNGAN SAYA BERIKUTNYA KE SITUS ISTIMEWA ANDA SEMUA!

    ReplyDelete
  40. Memang nggak mudah mendidik anak pada jaman sekarang ini. Media pembelajarannya kadang berasal dari film atau lagu yang nggak mendidik. dan ini menjadi tantangan bagi semua pihak yang perduli dengan pendidikan anak

    ReplyDelete
  41. Keyakinan adalah kunci yang menjadi faktor utama dalam sebuah keberhasilan

    ReplyDelete