Saturday, 31 October 2009

PILIHAN HIDUP LINDA (to be a vegetarian)

Segelas kecil susu coklat sudah siap menanti di atas meja makan untuk dihampiri dan segera diteguk. Linda hanya melihatnya sekilas. Tak ada hasrat sedikitpun untuk mencicipinya walau hanya sesendok. Karena Linda sangat anti terhadap susu.

Tiba-tiba mamanya muncul di ruang makan. Seperti yang pernah terjadi sudah-sudah. “Minum susumu Dik,” perintah mamanya. Sementara gelas susu kakaknya di meja yang sama sudah tandas sedari tadi. Dengan gerakan pelan dan penuh keterpaksaan diraihnya gelas tersebut. Meneguknya sedikit. Rasa mual mulai menyeruak ke hidung dan mengendap di ulu hati. Ditambah lambung yang meronta untuk memuntahkan cairan kental manis tersebut. Seakan mengerti apa yang Linda rasakan mamanya langsung berkomentar. “Langsung teguk sampai habis, tidak sedikit-sedikit seperti itu,” sergah mamanya tak sabar. “Sudah berapa kali aku bilang, aku tak suka susu Ma, bikin mual,” kata Linda memelas. “Tidak usah manja dan merengek, sudah bagus Mama buatkan, kamu tinggal meminumnya,” kata mamanya sambil berlalu. “Sini kalau tidak mau biar kuhabiskan,” kata kakaknya yang tiba-tiba saja sudah duduk di sebelahnya entah sejak kapan. “Bener nih?” tanya Linda dengan lega. Disodorkannya gelas susu yang baru terminum seperempat. Dengan gerakan sigap susu itu segera berpindah tempat ke perut kakaknya. Sejak saat itu setiap waktu minum susu tiba Linda selalu bernegosiasi dengan kakaknya agar terbebas dari susu.

Berikutnya adalah makanan produk-produk hewani, termasuk telur. Entah kenapa, setiap melihat daging rasa jijik langsung menghinggapinya. Terbayang oleh Linda, ayam dan itik yang berkelana kesana kemari, cakar yang dipakai mengais tanah kini telah berada di panci dalam bentuk sup. Sehingga jika diamati masih tampak seperti aslinya, yaitu ketika masih tersambung dengan bagian tubuh lainnya saat ayam itu beberapa jam yang lalu masih sempat berjalan kesana-kemari sebelum disembelih. Cakar kaki yang biasa dipakai melintasi tanah lembek, terkadang menginjak ini itu dan kotorannya sendiri. Belum lagi bagian tubuh yang lain yang tersaji dalam bentuk potongan ayam goreng. Tak ada daya tariknya sama sekali. Mungkin dari segi rasa dan aroma memang memikat, tapi itupun tak cukup membuat Linda mencicipinya. Begitupun dengan daging kambing, sapi, kerbau dan lainnya. Apalagi dalam pelajaran Biologi yang pernah diterima Linda di sekolah, bahwa daging sapi dan kambing rentan mengandung cacing pita dan penyakit lain berbahaya, termasuk kanker. Walaupun bisa diluruhkan dengan suntikan antibiotik dan melalui proses pemasakan yang sempurna, Linda tetap emoh mengkonsumsinya. “Mengapa makannya harus sedikit-sedikit, langsung digigit saja,” tegur mamanya penuh rasa jengkel.

Sedangkan dengan telur. Terutama kuningnya. Linda paling enek untuk menghabiskannya. Selain tidak terasa enak di lidahnya, sifatnya yang lengket di mulut membuat Linda semakin kontra terhadapnya. Satu lagi makanan lain yang membuat Linda urung menyantapnya. Makanan itu tak lain adalah ikan-ikanan seperti lele, bandeng, tongkol dan ikan asin serta berbagai jenis ikan yang lain. Dia membayangkan ikan yang awalnya berenang kesana-kemari menjadi kaku di piring. Apalagi ikan tersebut ditangkap nelayan dengan cacing sebagai umpannya. Ditambah dengan yang diketahui Linda bahwa sumber lain makanan ikan antara lain binatang kecil di air, sisa makanan, sisa-sisa kotoran, dan untuk ikan yang lebih besar sumber makanannya adalah memangsa ikan yang lebih kecil, seperti kanibal yang membuat Linda semakin ngeri. “Itu bergizi dan baik untuk kesehatan. Lagipula daging dan ikan diperlukan tubuh sebagai sumber protein,” ucap mamanya. Semua makanan tersebut diasupkan sang Mama pada Linda dengan paksaan. Hal itu membuat Linda berpikir untuk mencari alternatif lain dari sayuran yang kandungan gizinya tak kalah dari ikan dan daging. “Sudah tidak usah protes, makan saja. Apa kamu mau jadi anak yang menderita kurang gizi,” kata mamanya lagi. Namun Linda tetap pada pendiriannya. Bahkan dia bertekad untuk menjadi seorang vegetarian. Dan bercita-cita bila sudah menikah akan tetap menjadi seorang vegetarian walaupun suaminya bukan seorang vegetarian. Entah apa yang membuat Linda begitu anti terhadap segala sesuatu yang berbau hewani. Padahal tidak ada yang mempengaruhi dan menyuruh Linda menolak semua itu.

Kini, Linda sudah menikah dan dia merasa beruntung karena ternyata sang suami berpredikat sebagai seorang vegetarian selama 6 tahun. Sejalan dengan impian dan cita-citanya. Dari suaminya Linda mendapatkan pengetahuan tentang nikmatnya bervegetarian. Selain menyehatkan, bisa mengurangi resiko sakit penyakit degeneratif, diantaranya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, penuaan dini dan lainnya yang dipicu oleh makanan yang banyak mengandung kolesterol, asam urat, lemak, juga logam berat dari pencemaran lingkungan dan pestisida yang turut tertimbun dalam tubuh hewan. Disamping itu Linda jadi tahu jenis-jenis makanan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh serta makanan yang perlu dihindari.

Meskipun telah terbebas dari paksaan mamanya untuk makan daging, saat ini Linda belajar mengkonsumsi susu dan putih telur, atas anjuran suaminya dengan tujuan meminimalisir resiko terkena osteoporosis kelak, karena defisiensi kalcium dan mineral lain.

Linda jadi berpikir dan bersyukur karena Yang Maha Kuasa telah menjadikannya seorang vegetarian dengan didukung bakat-bakat vegetarian sejak kecil, yang tidak suka makan daging. Walaupun dia tahu bahwa daging dan ikan halal, tapi ada satu hal lagi yang membuat Linda semakin mantap bervegetarian. Hal tersebut adalah rasa tak tega melihat ayam dan itik yang kejang-kejang sesaat setelah disembelih. Menyaksikan penyembelihan binatang kurban lengkap dengan pemandangan di mana darah mengucur. Dan Linda yakin kalau binatangpun sebenarnya tak mau mati disembelih. Linda bertanya-tanya mengapa harus menikmati makanan dengan membunuh dan menumpahkan darah secara paksa. Manusia saja tak suka dipaksa apalagi binatang.

“Terimakasih Ya Allah kau takdirkan aku menjadi seorang vegetarian dengan pendamping hidup yang juga seorang vegetarian pula,” ucap Linda dalam doanya.

Dan apakah kalian tahu, kisah Linda ini adalah kisah nyata, dimana tokoh tersebut mewakili saya untuk menyampaikan kepada pembaca tentang pengalaman saya pribadi meraih cita-cita untuk menjadi pemakan biji-bijian, sayuran dan buah-buahan. Pengalaman saya ini sesuai dengan profile saya di blog ini, “seorang vegetarian”. Walaupun tidak terlalu tulen karena menganut aliran Lacto Ovo Vegetarian, jadi masih mengkonsumsi susu dan telur. HEHEHEHE…

91 comments:

  1. kisah nyata yg mnrik,,, walau tidak terllu nyata...hehee... coz..pasti dikasi bumbu...
    ayo,,, ngakuu,,, hehehe...
    klu sama unk mbak... aku jg semi vegetarian lho..

    ReplyDelete
  2. ***NanLimo Datuk Bertuah: He..he..he...namane juga semi-cerpen Mas...tapi betul loh...akurasine ya sekitar 75% lah!

    ReplyDelete
  3. o...vege toh..saya juga pengen tapi malah merepotkan mama krn harus buat masakan yg berbeda. lagian, masih suka sate ayam nih. hehehe.

    ReplyDelete
  4. egh..seorang vegetarian rupanya. wah,,sepertinya henny ga bisa kayak dia mbak, soalnya henny suka masak makanan yang dicampur-campur sih, ada sayuran dan daging jadi satu ^^

    ReplyDelete
  5. I always want to be a vegetarian.... Cuman lingkungan masih belum mendukung... To be a vegetarian in Jakarta, sepertinya harus bisa masak sendiri (sementara di rumah, saya selalu beli makanan, dan gak dibolehin masak sama orang rumah karena ada orang rumah yang parno sama kompor gas).

    Tapi saya suka mampir di sebuah resto bermerk Loving Hut yang menyajikan makanan vegetarian :)

    ReplyDelete
  6. hahhh...hidup tanpa daging, ikan dan susu.
    klu saya mbak klu tidak makan makanan diatas rasanya telah hilang sebagian kenikmatan hidup yg harus dinikmati...tapi memang harus dibatasi *itu klu kita sdh tua* tapi selama umur masih muda , he,he...dinikmati saja.

    ReplyDelete
  7. hmmm..bagi sy yang penting seimbang. kebanyakan makan daging memang ngga baik bagi kesehatan. Tapi perlu juga kan untuk energi asal porsinya tidak berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan itu ngga baik.

    ReplyDelete
  8. vege kayaknya bagus juga tuh soalnya saya udah kegendutan btw semi cerpen yang mantap mbak

    ReplyDelete
  9. Kalau Linda main ke rumah saya bilang-bilang ya bahwa Linda vegetarian. Jadi saya tidak perlu masak bistik banyak-banyak buat menjamu Linda. :-)

    ReplyDelete
  10. aku suka sayur, tapi suka juga daging, cuma kalo daging sapi emang agak kurang suka.
    tapi kalo disuruh jadi vege, err, agak susah deh, hahahaha.

    ReplyDelete
  11. Hmm, hidup memang misterius yah. Pasti tak pernah terfikir yah nantinya akan bersuami kan seorang yg vegetarian. ALLAH memang tahu yg terbaik buat hamba NYA...Btw kalau sih saya pemakan dan penikmat semua makanan hihih

    ReplyDelete
  12. ***Sang Cerpenis bercerita: Sate ayam jauh lebih bagus ketimbang sate daging lain yang berwarna merah....tapi jangan sampai yang gosong, berbahaya katanya...pemicu beberapa jenis kanker. Katanya lo yah....
    ***Henny Y.Caprestya: Bagus, katanya yang peting tidak berlebihan....
    ***becce_lawo: Kalau dah tua dah terlambat Mas he..he..he...karena dampak negatif lifestyle kita baru terasa 25-35 tahun kemudian hehehhehh...
    ***cipu: Motivasi yang baik Mas!
    ***Motivation of Life: Betul juga Mas! Tapi bervege juga bisa mengurangi kerusakan lingkungan, karena untuk mengembangkan industri makanan hewani, dibutuhkan lahan dan residu yang jauh lebih banyak, bila dibandingkan dengan pengembangan bahan pangan nabati.
    ***Munir Ardi: Tidak harus vege Mas, tapi olah-raga he..he..he...trims!
    ***Vicky: Okey, I will!
    ***Clara: Hati-hati juga dengan sayur, karena juga rentan terkontaminasi pestisida, kalau bisa yang organik he..he..h....
    ***Rita Susanti: Bener Mbak. Oiya, kalau suka daging ada baiknya milih daging yang warnanya putih, seperti ikan dan ayam, karena daging yang warnanya merah, dicurigai pemicu kanker kolon, apalagi kalau dibakar (sate), banyak mengandung zat karsinogen yang bisa menyebabkan berbagai jenis kanker he..he..he...tak takut-takukan kamu...

    ReplyDelete
  13. Yach itu merupakan pilihan hidup mbak....yang penting kita tetap sehat.....amien...

    ReplyDelete
  14. maaf mau nanya kalo vegetyarian biasanya kulitnya kering bener gak sih?

    ReplyDelete
  15. ***Suwung: Justru kebutuhan kulit akan vitamin dan mineral tercukupi dengan baik, sehingga kulit cenderung halus dan sehat.

    ***Fajar: Amiiin, semoga kita semua selalu seger waras lahir batin.

    ReplyDelete
  16. Selain sehat sisi baik Vegetarian adalah mengurangi dampak global warming.:D Peternakan menyumbang gas matana yang sangat besar yang menimbulkan efek pemanasan global . Lha dengan menjadi vegetarian setidaknya membantu mengurangi itu. Sayangnya saya sendiri belum jadi vegetarian. masik tergoda makanan enak sih. :)

    ReplyDelete
  17. vegetarian memang best life and healty life.Selain itu juga bisa meninggikan IQ dan memanjangkan umur.siip sis.

    ReplyDelete
  18. Wah itu pilihan hidup saya gak bisa ngomong apa-apa.
    Nanti kalo dapet kiriman daging korban tolong transfer ke rumahku ya hehe..

    ReplyDelete
  19. aku bertemu dengan 2 org yang tidak mau makan daging merah (sapi, kebo, apalgi babi) :
    seorang anak kecil karena pernah melihat sapi dipotong waktu hari raya kurban, "kasihan katanya"
    lalu seorang wanita dewasa karena kalo makan daging merah, mukanya akan berjerawat. setelah 2 tahun tak makan daging merah, mukanya mulai bersih.

    ReplyDelete
  20. Jadi vegetarian toh ! wah...kalau saya ngga bisa tuh...tapi sesekali sih bisa, kalau dirumah ngga punya daging...he...he

    ReplyDelete
  21. nice post... saya malah suka semuanya.. bahkan daging manusia :P hihihi

    ReplyDelete
  22. hi mba...salam kenal juga...^^
    aku dulu...dulu banget pernah jadi vegetarian juga tp cuma 3 bulan'an...hehee...

    gld to know u, wanita yang peduli sama pendidikan anak usia dini, mudah2an someday kita bisa bekerja sama, krn saya juga sangat2 concern sama hal itu, bedanya saya belum pernah melakukan aksi apapun...hihihiii...

    ReplyDelete
  23. wah hebat Linda bisa nahan godaan steak dong yah...btw kalo buku cerpen/novelnya dah terbit, kirimi aq yah, sukses buat Linda ^_^

    ReplyDelete
  24. heheheh....
    Dulu (sampe skrg) saya suka telor, susu dkk... tp gak pernah di kasih... (katanya mau sekolah apa mau susu?)


    *ya sekolah lha... (soalnya klo gak sekolah nanti ke sawah mulu) hahahah

    ReplyDelete
  25. Bener tuh klo makan sayur2 ijo alias vegetarian bikin awet kenyangnya... klo dulu seneng banget sama capcai semangkuk sayur mayur, he.. jd ngiler

    ReplyDelete
  26. seneng yach klo punya banyak waktu buat nulis, apalagi kalau jaringan internet lancar. Hmmmm, menyenangkan....
    Btw, kita sama" asli jogja loh, tapi bedanya aq kerja di Papua, jauh banget yach. Hehehe, oya gmana seh caranya masukin foto biar bisa jadi kecil disamping kanan kiri gitu...
    maklum lage belajar ngeblog...hehehe
    Salam.

    ReplyDelete
  27. waaa..h mba vegetarian yaa..

    q juga rasanya pingin ninggalin semua makann berbau kolestrol..cuma susah bgt mengawalinya..
    huff

    ReplyDelete
  28. Di sini banyak penganut vegetarian krn alasan agama atau kepercayaan. Saya bukan vegetarian, tp sy punya rumah makan vegetaria india favorit lho d sini! :)

    intinya seimbang dan secukupnya kan?

    ReplyDelete
  29. ***lovepassword: a great comment, so far!
    ***AISHALIFE-LINE: also another special comment, thanks Mbak!
    ***Rumah Ide dan Cerita: Hahahhah...selama ini kalau dapat daging korban selalu diberikan ke tetangga atau temen. Ketika ada jatah nasi bungkus atau kotak (pas makan bersama) biasane 'barter' lauk sama temen deket, atau mendonorkan lauk 'daging' ke temen he..he..he...
    ***attayaya: Pengalaman menarik itu, teman!
    ***Noor's blog: Hehehheh...terkadang serupa Mas!
    ***rezKY p-RA-tama: Iya baru punya ide lagi neh!
    ***Qie: Wow jangan bercanda ah! Masak mo cannibal...
    ***Renns Renny: Okey Mbak semoga, some day kita bisa berkolaborasi melakukan sesuatu yang bermakna sosial, yang bisa membuat kita patut dijuluki sebagai makluk 'berguna' di muka bumi ini hehhehhheh...

    ReplyDelete
  30. ***Echa: Okey, mohon doanya yah, doa ihklas dari teman lebih mujarab katanya...
    ***Bandit Pangaratto™: Hahhahhah...tenane Mas?!
    ***dedy: Betul Mas, awt kenyang, pencernaan lancar, BAB luancar, dan bikin badan tetep lansing he..he.h..
    ***Octa Aditya: Tips-nya sudah saya posting di ruang komentar blog sampean Mas! Check it out!
    ***ratna wulandari: Diawali dengan niat dan commitment tentunya Mbak...
    ***si Dyah: Wah asik banget Mbak di situ...kalau kami orientasinya peningkatan kwalitas kesehatan sekaligus komitment untuk peduli pada lingkungan Mbak he..he.he.....wah idealis sok yah...just kidding! Trims telah bersua ke blog saya Mbak, have a great day dech!
    ***

    ReplyDelete
  31. mampir dech baca kisah vgetarian sejati

    ReplyDelete
  32. makan daging ga haram kan ya?....
    cuma ingin memastikan

    ReplyDelete
  33. pengen seh vegetarian skalian diet tapi,,,,ga nahan kalo liat ayam bakar,hmmmm lezattt

    ReplyDelete
  34. selamat malam mba
    selamat malam semua

    ReplyDelete
  35. Vegetarian..salut bgt!! cuman klo gw pertinya blom bs neh.. suka makan sate soalnye..hihii

    ReplyDelete
  36. Hi, mbak salam kenal jg...
    Cinta dunia anak y?
    Kebetulan tempo hari ad nulis perbandingan Tuhan dengan permainan kanak-kanak, baru aja diposting.:) Tapi waktu ngeriset permainan anak tradisional ternyata bingung jg soale kayaknya bny sdh yg gak diperhatikan. moga aja dalam blog mbak mo ngeriset permainan anak2 utk pelestarian dunia anak indonesia...

    Regrads,


    Kris

    ReplyDelete
  37. ***Kris: Salam kenal juga Mas. Okey, ntar saya coba baca dulu postingan Mas Kris, biar dapat inspirasi dulu.
    ***terra: Trims! Hati-hati lo, sate yang gosong dan berlemak tinggi bisa memicu kanker katane he..he.h...tak takutin Mbak Terra!
    ***attaya: Good evening juga dech!
    ***ALPICOLA: Hahahhah...tapi yang bangkai tetep haram hehhehh...
    ***melandri: Trims so much!

    ReplyDelete
  38. assalamualaikum..
    dh lama ga berkunjung mbak.
    sy sedang berusaha jadi vegetarian, semoga bisa. Daging susah dilupakan juga rupanya mbak..
    salam

    ReplyDelete
  39. Tapi vegetarian juga harus mempertimbangkan global warming. Jadi jangan makan sayuran. Biarkan tumbuhan hidup untuk mengurangi global warming. wehehehe ngasal :D

    ReplyDelete
  40. vegetarian baik untuk kesehatan tubuh namun haruslah meperhatikan penganti sumber proten hewani kalotidak diperhatikan malah bisa kekurangan gizi,

    ReplyDelete
  41. oohh.. vegetarian toohh... emang sehat sih,, tapi akku belum bisa jadi vegetarian sejati neh,, huhu...

    ReplyDelete
  42. Hemmm vegetarian memang upaya hidup sehat...
    Tapi kalau aku sangat sulit untuk jadi vegetarian karena paling suka sama daging bakar...hehehehe...
    Semoga sukses untuk menjadi vegetarian sejati...

    ReplyDelete
  43. Memang sekilas mengenai makanan vegetarian tidak begitu menyenangkan, tapi kalau kita mengetahui betapa besar manfaat yang terkandung dalam makanan-makanan yang bernilai gizi tinggi itu (makanan vegetarian), maka kita akan mendapatkan manfaatnya itu secara berjangaka panjang.

    Kesehatan memang nilai yang paling berharga dalam hidup ini, maka dari itu mesti kita jaga dan kita bina kesehatan kita ini agar terus terjaga kondisinya.

    Terutama dari apa yg kita konsumsi sehari-hari. Cerita barusan memang sangat menginspirasi sekali, bahwa vegetarian itu bukan dilihat dari rasa makanan yang kita makan, namun rasa yang kita peroleh dari nilai gizi yang terkandung di dalamnya, heeem.... ^_^

    ReplyDelete
  44. itu fotomu wkt kecil? btw,besok ada postingan menjawab pertanyaanmu ya.

    ReplyDelete
  45. selamat pagi,...

    saya selalu merasa salut dgn seorg vegetarian.
    sebenarnya saya ingin sekali menjadi vegetarian loh mba tapi ternyata susah jg ya menghilangkan kesukaan/kebiasaan makan ayam goreng dll hehe,...

    pernah juga beberapa saat saya menjadi vegetarian saat saya di vonis kanker usus dan akhirnya sembuh kembalilah saya menjadi pemakan segala tapi tentu saja mengurangi daging merah.

    hem,...saya setuju untuk lebih byk memakan sayuran dan buah2n.
    menu wajib saya sayuran dan buah plus tempe tahu,perut saya lebih nyaman hny dgn memakan itu hehe...

    daging,ikan,telur dan susu masih kdg mampir di menu mknan saya...tapi porsinya tdk terlalu byk.

    teruskan mba...siapa tahu suatu saat sy bisa jd vegetarian.

    ReplyDelete
  46. wah pengen juga sih jadi vegetarian... tapi sayang disini gak ada makanan khusus vegetarian, mau masak sendiri juga gak tau gmana takaran gizinya,... huhuhuhu... semoga suksess

    ReplyDelete
  47. jadi walaupun vegetarian tetap perlu mengonsumsi yang berasal dari hewan untuk keseimbangan ya? kalau full vegetarian bagaimana hasilnya?

    ReplyDelete
  48. kalau dibayangkan dari asal mulanya memang begitu ya, seperti tulisan diatas. tapi tubuh memerlukan juga?

    ReplyDelete
  49. ***SANG CERPENIS: YA ITU FOTO WAKTU MASIH DUDUK DI TK.
    ***NARTI: KALAU FULL VEGETARIAN HASILNYA TAMBAH LEBIH BAGUS, ASAL POLA MAKAN DAN KOMPOSISI BAHAN PANGANNYA BENAR, BANYAK BIJI-BIJIAN DAN BUAH-BUAHAN YANG KAYA AKAN KANDUNGAN PROTEIN, KALSIUM DAN VITAMIN-VITAMIN LAIN YANG DIPERLUKAN OLEH TUBUH. DALAM ARTIAN ASUPANNYA SEIMBANG. TIDAK HARUS DARI DAGING. PROTEIN HEWANI BISA DIGANTI DENGAN TELUR DAN SUSU.
    ***PELANGI ANAK: TERIMAKASIH UNTUK SEMUA KOMENTAR DARI PARA BLOGGER YANG TELAH BERKUNJUNG KE RUMAH SAYA.

    ReplyDelete
  50. dengan segala hormat :)
    mmm...memang sih seringkali tidak tega lihat hewan2 dengan tragisnya berakhir di meja makan...tp pernah terpikir tidak?kalau tumbuhan ternyata sempat mengalami stress ketika harus berhadapan dengan para herbivora...
    dengan basic pendidikan saya d bidang biologi,saya belajar tentang bagaimana semua makhluk menghadapi situasi yg mengancam hidupnya secara ilmiah...
    berangkat dari kenyataan ini,hmmm...ternyata bukan hanya hewan yg harus dikasihani...tumbuhan juga... :)
    lalu kita makan apa?
    :) itulah kenapa hewan (selain yg diharamkan) dihalalkan...asal ditangani sesuai prosedur...
    it's really nice to know ur choice...
    tp banyak asam amino pada hewan yg tidak dimiliki tumbuhan,dan teryata...asam amino tsb sangat dibutuhkan... :)
    dan...yaaahh...penggunaan pestisida juga bisa saja membuat tumbuhan tidak lagi bernilai tinggi...
    (sama kondisinya ketika hewan diberi pengawet).
    mungkin kita melihat mereka (tumbuhan) kdg2 seperti makhluk yg akan diam dan menerima saja jika dirinya dikonsumsi...who knows...bahwa mungkin saja mereka juga 'menjerit' :)
    disanalah mereka...tumbuhan,hewan,jamur,alga,bakteri...tercipta untuk ditelaah perannya...
    saya berpikir,dengan kondisi seperti itu...hewan setara dengan tumbuhan...tidak ada yg lebih dispesialkan, tinggal kita memilih mana yg baik dan berkah...
    karena mereka semua sama-sama berperasaan :)

    ReplyDelete
  51. Wah, ternyata vegetarian yah...?? kalau saya mah gak bisa tuh :) sudah semula jadi dari kecil, biasa makan apa aja :)

    ReplyDelete
  52. kisah nyata nih mbakk?? kereennnn

    sayang, aku ga vegetarian. ga kenyaaannggg.. hahahhahaa *kabuuurr*

    ada yang baru ditempatku mbak, mampir yaaaa :)

    ReplyDelete
  53. hebat nie bisa jadi vegetarian... q pengen tapi gak bsa...soale daging tuh enak

    ReplyDelete
  54. mantab sekali info vegetarian biar hidup sehat

    ReplyDelete
  55. Kalau aku malah gak pernah mikir mau makan apa, yang penting enak dan bikin kenyang. Jadwal pun gak teratur. Ya, gaya makhluk kere lah. Hehe..

    Salam akrab ya...

    ReplyDelete
  56. keren mbak pilihan hidupnya, tapi liza masih omnivora nih, walau lebih suka makan2 yang dimakan herbivora :)

    ReplyDelete
  57. Salut deh, sudah konsisten dengan pilihan gaya hidupnya...

    ReplyDelete
  58. Menjadi vegetarian itu adalah pilihan hidup. Setahuku, kebanyakan orang memilih seperti itu dengan alasan kasihan kalau harus mengkonsumsi hewan. Menurutku, semua yang diciptakan Tuhan di alam ini adalah baik adanya.

    Daging memang sarat kolesterol dan potensial menimbulkan kanker. Tapi, kekurangan protein hewani juga bisa mengganggu. Meskipun ada banyak protein nabati yang dinyatakan bisa menggantikan hewani, tetap saja tak ada yang bisa menyamai kualitas protein hewani tentunya. Bisa mirip, tapi tidak benar-benar sama.

    Tapi, kembali lagi. Saya salut kalau mbak sudah memutuskan dan konsisten dengan keputusan menjadi vegannya. Kalau saya, sepertinya tidak ada alasan untuk menjadi vegetarian, mbak. Satu-satunya daging yang tidak saya makan adalah daging anjing (sementara orang Medan sangat terkenal dengan rumah makan yang menjual daging anjing-nya). Dan alasan untuk yang satu ini, sama dengan mbak. Saya pencinta anjing dan nggak tega membayangkan hewan lucu itu harus dipotong. Sementara masih banyak ayam dan ikan yang dijual di pasar. Hehehe...

    Jadi kepanjangan ya... ^^
    Salam

    ReplyDelete
  59. aku juga masih omnivora. makan sayur dan daging he he. Maaf nih mbak. Lama gak ke sini.

    ReplyDelete
  60. ALAM MBAK….. MBAK LINDA MAIN-MAIN KE TEMPATKUKI’ ADA AWARD SAYA MAU KASIKI… DI AMBIL YA :)

    ReplyDelete
  61. SALAM MBAK….. MBAK LINDA MAIN-MAIN KE TEMPATKUKI’ ADA AWARD SAYA MAU KASIKI… DI AMBIL YA :)

    ReplyDelete
  62. SALAM MBAK….. MBAK LINDA MAIN-MAIN KE TEMPATKUKI’ ADA AWARD SAYA MAU KASIKI… DI AMBIL YA :)

    ReplyDelete
  63. ternyata vegetarian ada alirannya juga....
    asal tidak aliran sesat saja deh...

    ReplyDelete
  64. bagus ceritanya .kamu kreatif untuk nyari ide buat bahan ceritanya :) kalo di blog aku sendiri aku suka bingung mau cerita apa .jadi malah cerita ttg sehari-hari doang deh ,agak ngebosenin yaah hehe

    ReplyDelete
  65. mampir lagi mbak dari mana selama ini kalau saya blogwalking nama mbak jarang terlihat di blog temen-temen

    ReplyDelete
  66. sibuk yah mbak atau udah mau skripsi nih seperti becce

    ReplyDelete
  67. ***minomino: Pendapat sampean memang ada benarnya.
    ***Anazkia: Itu memang pilihan hidup kok, jadi memang sangat personal!
    ***Andie Gokil: Okey
    ***Dewi: Ah masak!
    ***Bahauddin Amyasi: Hehhehh...mas begitu seh!
    ***liza fathiariani: Bisa dikembangkan tuh potensinya.
    ***lina@happy family: Trim a lot!
    ***rismahutabarat: Argumenmu ada juga benarnya. Memang tergantung sudut pandang yang kita pake. Trims yah!
    ***ivan kavalera: Okey no problem, yang penting seimbang.
    ***becce_lawo: Okey-okey!
    ***komuter: Iya, memang ada, bahkan banyak sekali, sesui dengan pilihan masing-masing.
    ***hanumgulali: Trims! Padahal saya selalu kesulitan mendapatkan ide yang baru.
    ***Munir Ardi: Iya mas kini jarang blogwalking, lagi banyak tugas dan uts. Thank atas kunjungannya.

    ReplyDelete
  68. owh man,,,mantap2,,,hehehe
    berkunjung sambil kasi komen ah...

    ReplyDelete
  69. wahhh crita nyata, emmm bagus....aku juga ndak doyan susu tapi doyan telur dan daging hehehe, aku juga suka banget makan sayur ^_^

    eh mb, kita tetanggaan lo, yukkk kapan ketemuan hehehe, aku sleman juga, deket jombor :D
    tau kan?

    ReplyDelete
  70. mbak...saya ganti blog,he2....maklum,amatir...follow yaaa
    www.ketikasayangalorngidul.blogspot.com

    ReplyDelete
  71. kasi saran sama tips mennu makanan vegan sehari2 donk mba,,
    biar bisa dipraktekkan ceunah..

    ReplyDelete
  72. mbaaa ini kamu yaaaa
    linda dari yulinda, hheheehhe
    waww baru tau ternyata vegetarian juga di picu dari bakat juga ya

    ReplyDelete
  73. salam mbak...apa rasanya hidup tak makan daging mbak?...
    apa nggak menyiksa pas jala2 truz ngeliat satu ayam yang menggoda?
    btw, makasi sharenya...
    salam kenal

    ReplyDelete
  74. Tak sanggup aku tanpa daging dan ikan, wong rasane eunak tenan! Asal jangan berlebihan tubuh tetap sehat!

    ReplyDelete
  75. saya juga ga suka susu,selalu diare kalo minum susu,,huhuhuhuhu,,

    yg penting seimbang kali ya,,
    makanan seimbang,,olahraga juga seimbang,,

    *tapi kl saya lebih suka tidur,,heuheuheu,makanya jadi gemuk gini

    ReplyDelete
  76. Seorang vegetarian juga ya mbak.
    Sama dong dengan saya, tapi masih sulit untuk menggapainya. Karena sebagai anak kost, saya lebih sering beli sambal lansung diwarung, sehingga harus mengikuti selera warung. Wkwkkwkw

    Btw, mohon maaf jika melenceng dari diskusi yang sebenarnya.

    ada AWARD untuk mbak LINDA

    Silahkan diambil di blog saya dan dikonfirmasi ya
    Salam sukses selalu

    ReplyDelete
  77. Aku berkunjung kembali untuk bersilaturahMi...

    ^__^

    ReplyDelete
  78. salam..
    hai..
    a very nice story~
    :))
    terima kasih atas kunjungannya..

    p/s:bisa tau ciamik itu apa ga? terima kasih ya..

    ReplyDelete
  79. aq sendiri memang bukan vegetarian.. tapi terkadang aq eneg dengan daging, n akhirnya lebih banyak makan menu vegetarian..n ternyata enak juga makanan-2 vegetarian..

    ReplyDelete
  80. ***lita alifah: Okey, kapan-kapan yah pas lagi longgar...ntar kita kontak dech!
    ***minomino: Beres ntar lansung follow!
    ***Meilani: Wah, saya mengandalkan download-an dari internet, kamu juga bisa memilih yang sesuai, coba cari di google, sangat buanyak pokonya...
    ***Berry Devanda: salam kenal kembali...selama ini gak pernah tergoda sama jenis makanan yang kamu sebutkan...
    ***ocheholic: Sama dong, saya juga penikmat tidur..untuk mencari inspirasi lewat mimpi hehhehh
    ***afdil: Terima kasih banyak atas awardnya, penghormatan yang menyenangkan....
    ***Sebuah Blog Sebuah Cerita: Thanks
    ***phonank:" Trims so much!
    ***cactus biru: Ciamik=bois=keren=cool!
    ***Batz: Banyak orang non-vegan yang bilang begitu...trims yah!

    ReplyDelete
  81. ternyata jadi pendongeng tidak gampang yach...

    ReplyDelete
  82. Vegetarian memang salah satu cara terbaik untuk go green dan bergaya hidup sehat.

    Semoga semakin banyak dari kita yang ikut menjalani diet ala vegetarian.

    Saya juga telah bervegetarian sejak 2003. Hidup vegetarian society across the world!

    ReplyDelete
  83. luar biasa kisah nya.. motivasi yang kuat untuk jadi vegetarian

    ReplyDelete
  84. wah ternyata vegetariam yah.. nice post ane suka makan sayuran loh.. tapi daging juga makan kok aku mah,,hehhe

    ReplyDelete
  85. makasih gan infonya mantab ane suka... luar biasa banget..

    ReplyDelete
  86. luar biasa sekali informasi yang disajikan ini. sungguh sangat bermanfaat sekali. dan saya berharap blog ini dapat terus menerus trafiknya naik. dan jumlah visitor semakin banyak. salam blogger..

    ReplyDelete
  87. infonya menarik banget gan tengkyu yah udah kasih pencerahan .. semoga blog ini selalu menjadi nomor satu dalam dunia blogger. mantap...

    ReplyDelete