Monday, 19 October 2009

KELUGUAN SUGIHARTO

Sugih arto, mungkin itulah maksud sang ibu pada penggalan kata tersebut yang artinya Kaya Harta. Nama itu tak lain adalah nama yang diberikan pada anak laki-laki semata wayangnya. Sepintas jika dilihat secara fisik, Sugiharto tidak berbeda dengan anak-anak lain sebayanya, yakni berusia sekitar 8 tahun dan seger waras fisiknya. Namun ternyata dia salah seorang anak yang berkebutuhan khusus. Dikatakan demikian karena dia mengalami hambatan dalam perkembangan mental.

Karena kurangnya pengetahuan orangtuanya tentang keberadaan sekolah khusus, sang anak didaftarkan di sebuah Sekolah Dasar Umum dan bersekolah bersama dengan anak-anak yang normal. Tentu saja, si anak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan teman-temannya dengan kemampuan mental normal. Alhasil, Sugiharo akhirnya ngambek tidak mau berangkat sekolah lagi.

Awalnya saya tidak tahu apa kegiatannya sebelum kepindahan kami ke rumah kontrakan yang baru.

Seperti pagi sebelumnya, Sugiharto dengan setia duduk di sebuah ceruk pagar batu depan rumah kontrakan kami, menunggui suami saya yang sedang menyapu halaman, yang sudah menjadi rutinitas suami sejak pindah ke rumah kontrakan yang baru. Hampir setiap hari dia standby di depan rumah kami, seakan dia sudah hafal di luar kepala jadwalnya. Dan kesetiaannya seperti kesetiaan sang kekasih pada pasangannya, hehehehe. Dan yang paling lucu, dia suka sekali memanggil suami saya dengan sebutan 'Bapak!' dan kepada saya dia memanggil 'Budhe!'.

Mungkin dia merindukan sosok seorang ayah, karena ibunya ternyata seorang singgle parent. Sebenarnya Sugiharto merasa sangat kesepian, dia butuh seorang teman untuk tempat berbagi. Hal itu nampak pada sikapnya yang selalu melongokkan kepala untuk mengintip rumah kami.

Dia juga pernah berkata pada suami saya seperti ini “Bapak mau kerja?” (tentunya dengan pengucapan yang tidak 100% benar) ketika melihat suami saya mengeluarkan kendaraan. “Pak wis bak,” katanya saat melihat bak telah terisi air dari kran sampai penuh. Tapi ketika ditanya, yang kami peroleh bukannya jawaban, akan tetapi hanya seulas senyum yang tersungging di bibirnya.

Namun, 'kaya harta' tidak ada harganya dibandingkan dengan kekayaan hati. Harta akan mudah habis dan bisa dicari. Sedangkan kekayaan hati tak akan pernah habis dan usaha untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Harapan saya adalah ada seorang tokoh masyarakat sekitar misal Pak RT/Pak Dukuh atau siapapun yang dihormati oleh warga, untuk memberikan pengertian pada Ibundanya agar menyekolahkan anaknya di SLB. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga perasaan ibunya Sugiharto supaya tidak tersinggung. Dengan demikian, Sugiharto mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Yang menjadi kekhawatiran adalah jalan kehidupan Sugiharto selanjutnya setelah ia dewasa. Karena kalau Sang Ibu sudah tidak sanggup mengurusnya seperti sekarang, lantas siapakah orang yang bersedia direpotkan? Dalam tanda kutip dengan rasa penuh keikhlasan.

103 comments:

  1. Ibu Yuli..., :)
    Hmmm membaca cerita Ibu, saya langsung ingat film Forrest Gum. Anak seperti Sugiharta, saya percaya tetap memiliki kelebihan khusus, karena kan sebagai ciptaan-NYA kita memiliki kelemahan sekaligus kelebihan. Nah, menurutku tuh justru di dalam kelemahannya Sugiharta terdapat kekuatan yang orang lain tidak punya, kan setiap kita diciptakan unik :)
    Hmmm satu lagi, ternyata Ibu Yuli orangnya peka sosial, bahasa kerennya memiliki sanse of social solidarity... He5
    Salam sukses slalu untuk Ibu Yuli... GBU
    (Lany Bayo)

    ReplyDelete
  2. Setuju sama elisabeth, dibalik kekurangannya menyimpan kelebihan yang justru tdk dimiliki yg lain. Hanya saja tak ada yang mengasah.
    Persoalan itu, mustinya ada yg bertanggung jawab tak sekedar menunggu kedermawaan orang lain bukan?! Ach....negara kita masih sbuk ngurus ritual2 lain sehingga kebutuhan dasar warga negara termasuk pendidikan menjadi terabaikan.
    Salam pelangi anak.

    ReplyDelete
  3. hmmmm.... kita semua tau bahwa kesempurnaan itu sepenuhnya hanya milik Allah semata, banyak sodara2 kita yg nampaknya sangat tidak sempurna di mata kita tapi sesungguhnya mereka adalah sangat sempurna dimata Allah.
    jadi banyak2lah kita bersyukur kerna kita sudah di beri sebuah kelebihan, kita lebih sempurna di banding anak itu, maka berikanlah apa yg pantas kita berikan untuk dia.

    ReplyDelete
  4. iYA BETULL...
    bIARKAN DIA MENEMUKAN KEUNGGULAN DAN KELEBIHANNYA DIBANDING ORANG LAIN... :d

    ReplyDelete
  5. mlayu Sugihato,,mlayu....
    hhehee forest gum nya di ganti jd bahasa jawa.inspiring story,indeed

    ReplyDelete
  6. dimana ada kekurangan,,disitu ada kelebihan,,,dan setiap org beda kelebihan dan kekurangannya

    ReplyDelete
  7. pertama cm mau bilang.sugiharto itu nama salah satu oom ku.
    kedua, cerita yg sangat inspiratif,,bs menyemangati lg lagi ngerasa down,,keren

    ReplyDelete
  8. numpang meninggalkan jejak, hehehe... memang sih agak sedih juga kalo tau anak kita masuk slb, tapi mau bagaimana lagi. Siapa tau aja ada bakat terpendam yang anak itu punya...

    ReplyDelete
  9. Cerita yang penuh makna. Moga anak ini dewasa nanti dapat menjadi orang yang bermanfaat banyak bagi orang lain. Karena saya yakin dibalik kekurangan, pasti ada kelebihan yang Allah berikan jauh lebih besar dari orang lain.. Semoga...

    ReplyDelete
  10. btw, blog kamu saya link ya, hehehe...
    dan Pulau Cerpennya sebenarnya belum selesai tuh di urus, karena masih ada entry-entry yang belum di pindahkan dari blog yang lama, hehehe... tapi sekarang sudah saya urus kembali.

    ReplyDelete
  11. anak kecil yang tak berdosa, butuh sosok seorang ayah , sugiharto semoga engkau di beri ketabahan , mba yuli ceritanya menyentuh :),semoga dia segera mendapat perhatian yang emng sedang dia butuhkan, dia hanya butuh dukungan ,bukan cemo'ohan ,

    buat bu Yuli-nya, makasih sharingnya :)
    ecyh thu anaknya kok mau di Foto , gmn ceritanya :D

    ReplyDelete
  12. emangnya itu anak kenapa?? apa yang bikin dia "berbeda" ??

    di sekitar sana ga ada sekolah khusus?? yang ga jauh gitu???

    ReplyDelete
  13. ***yans"dalamjeda": Salam kembali dech!

    ***Kang Sugeng: T O P buat sampean!

    ***fesoogle: Thank you so much!

    ***Ellious Grinsant: Oke Mas!

    ***Inuel^-^: Gak tahu, suami saya akrab sama Giarto, jadi ketika dia diminta berpose, nurut aja dia. Hampir setiap pagi dia menunggui suami yang lagi siram-siram tanaman dan halaman depan rumah, sebelum menyapunya. Dan ketika sudah selesai, dia juga berinisiatif untuk ijin pulang, dengan bilang "Mau Kerja? Aku pulang". Trus suami saya nyaut, "Gak sekolah?" "Prei!" sahutnya cepat.

    ***Momod: Ada sekolah SLB, tapi agak jauhan, saya blm tahu kenapa Ibunya gak memilih tempat khusus tersebut.

    ReplyDelete
  14. duh sugih....
    lucu dan lugu...,
    kasian yah dia dipaksa sekolah di sekolah biasa...

    and yulinda fotonya manis banget.. salam kenal ya :)

    ReplyDelete
  15. liat foto yg terakhir rasanya gimanaa gitu, senyumnya ituloh :D
    semoga dia jadi bersekolah, klo bisa di usulin aja ke Pak RT/Pak Dukuh atau siapapun coz klo cuma berdoa saja yah mreka susah taunya

    ReplyDelete
  16. ***Gogo Caroselle: Salam kenal juga friend!

    ***dunia polar: Iya betul, saya juga ada rencana untuk bicara sama tetangga sebelah yang kebetulan sudah agak akrab, agar beliau yang menyampaikan pada tokoh masyarakat setempat. Kami kebetulan pendatang baru, pengontrak baru, jadi agak kurang PD bila terlalu cepet ambil inisiatif mempengaruhi hal-hal yang sedang berlangsung di sana. Kami baru sekiatar 1,5 bulan pindah ke alamat baru itu. Trims atas kepeduliannya yah!

    ReplyDelete
  17. Kasiang ngeliatnya. Ya semoga dia segera bisa merasakan bangku sekolah. AMiin.

    ReplyDelete
  18. makasi mba uda berkunjung ke ruma kecil saya dan "pernyataanya" hehhehe...
    bangga dikunjungin sama blogger yang peduli dengan sesama..^^

    bener juga c, yang paling mengkhawatirkan justru masa depannya, siapa yang akan mengurus dia sesabar itu kalau bukan ibu sendiri..

    ReplyDelete
  19. Jadi inget sama anak tetanggaku di Bangka...ortunya bukan ga mampu nyekolahin ke SLB...tapi karena malu. Salam kenal Bu Yuli, senang rasanya bertemu dengan blogger yang guru TK

    ReplyDelete
  20. Bu, bisakah diberitahu ibunya untuk minimal membawanya ke dokter anak? Biasanya dokter anak bisa memberi penjelasan kepada orang tua tentang hal ini..

    ReplyDelete
  21. Thank you for the visit... I appreciate it...

    ReplyDelete
  22. Semoga Sugiharta diberi jalan kemudahan oleh ALLAH untuk bisa berkumpul dengan komunitas yg bisa memahami kondisi dirinya...Dan mungkin mba bisa mengusulkan itu kepada Pak RT atau orang yg di "tua" kan oleh ibunya Sugi sehingga bisa ada solusi terbaiknya, amiin...Terima kasih mba sudah berbagi...

    ReplyDelete
  23. salah satu realita kehidupan di sekeliling kita yang mengajarkan kita untuk untuk lebih bersyukur pada Allah s.w.t dan mengajarkan kita untuk berbagi kepedulian kita terhadap orang2 di sekeliling kita.

    ReplyDelete
  24. SUGIHARTO SUGIHARTO, Anak yg terlahir dgn kekurangan dlm hal perkembangan mental, yg pastinya butuh uluran tangan berupa perhatian dan mungkin jg dana, salut deh buat mb Yuli yg peduli dgn perkembangan anak di lingkungan sekitarnya yg pastinya disertai dgn rasa IKHLAS, sesuatu hal yg dilakukan dgn rasa ikhlas pasti ga akan merasa direpotkan.

    ReplyDelete
  25. ***Zico Alviandri: Amien!

    ***Meilani: You are welcome!

    ***Ayas Tasli Wiguna: Absolutely right!

    ***soulharmony: Yes, it's touching indeed!

    ***Desri Susilawani: Salam kenal juga, saya juga senang bisa kenal Anda.

    ***Vicky: Trims atas masukannya, ntar saya coba.

    ***kandi: You are welcome, I also do appreciate your visit.

    ***Rita Susanti: Amien! Dan terima kasih banyak atas masukannya, semoga!

    ***dedy: I'm of the same opinion with you!

    ***tien honey: Thank you so much!

    ReplyDelete
  26. Sepertinya kepekaan mba Yuli terhadap kehidupan anak-anak tersirat begitu tinggi....mantap mba..!

    ReplyDelete
  27. Cukup prihatin juga membaca artikel ini, semoga bantuan do'aku dari jauh mampu menggerakkan hati bak Yuli dan orang - orang disekitarnya untuk membantunya, bersama aparat rt, rw atau kelurahan setempat.

    ReplyDelete
  28. Kalau dilihat dari fotonya, adik ini ngga kelihatan kalo dia 'spesial' ya... Sungguh disayangkan karena ketidaktahuan ibunya, adik Sugi tidak bisa belajar pada tempat yang tepat. Saya hanya bisa bantu do'a...

    ReplyDelete
  29. dalam basa jawa sugiharto artinya banyak duit.. semoga bener ya. amiinn..

    ReplyDelete
  30. seperti biasa selalu penuh dengan info yang berguna murid saya juga banyak yang bermasalah mbak tapi gimana yah cara postingnya

    ReplyDelete
  31. Harus ada yg berinisiatif untuk membujuk si ibu agar mau memerksakan si anak ke RS. Alurnya kalau di Jogya; RS Dr.Sarjito- bag Tumbuh kembang Anak- Psikologi anak & Rehabilitasi Medik...
    Nanti akan ketahuan deh kelainannya.
    Kita tidak usah berandai-andai tentang 'kelebihan tersembunyi' si anak, saat ini yg penting adalah menegakkan diagnosis dia, apakah menderita keterbelakangan mental,down syndrome atau cerebral palsy, atau cuma kurang stimulus....

    ReplyDelete
  32. Haloo mbak Yosho.. salam kenal ya dr cah bontot, senang rasanya ketemu bu guru nih .. salam buat Sugiarto semoga hidupnya tetap diberkahi dan siapapun nanti yg menolongnya memperoleh pahala yg berlipat ganda amiin

    ReplyDelete
  33. memang di dunia ini tidak ada yang sempurna mbak, dan tidak ada pula manusia yang hidup dengan hanya memiliki kekurangan.

    ReplyDelete
  34. Iya alangkah baiknya jika sugiharto disekolahkan di SLB, krna disana ia bisa belajar dan mempunyai teman bermain seusianya...
    Salam bu yuli, mksh sudh mmpir dblog reot saia... :)

    ReplyDelete
  35. ***Noor's blog: Thank You Mas!
    ***sepur: Trims atas doanya!
    ***lina@happy family: Kam sia Mbak!
    ***BrenciA KerenS: Amien juga Mbak!
    ***Munir Ardi: Jenengan lebih Tahu Mas, just do it!
    ***~Srex~: Begitu ya Mas, thanks untuk petunjukknya yang kongkrit.
    ***cah bontot: Salam kenal juga & thanks for the prayer!
    ***Henny Y.Caprestya: I'm absolutely agree with you!
    ***Planet Jingga: Salam kenbali, you're welcome!

    ReplyDelete
  36. Setuju dengan beberapa pendapat sebelumnya, dibalik kelemahan (kecacatan) seorang anak manusia, tersimpan banyak kelebihan dan potensi yang bahkan tidak dimiliki oleh manusia normal. Selamat pagi mbak Yoel, maaf neh baru sempat mampir. Terus semangat ya.

    ReplyDelete
  37. Memang anak-anak berkebutuhan khusus perlu penanganan yang khusus pula. Tetapi, sekarang pemerintah terus mengembangkan sekolah-sekolah inklusi yang telah tersebar di beberapa daerah. Dengan harapan agar anak-anak seperti Sugiharto ini dapat memperoleh pendidikan setara dengan anak-anak yang lainnya tanpa harus merasa minder. Di sekolah inklusi ini anak berkebutuhan khusus tidak dipisahkan dengan anak berkebutuhan khusus.
    Ayo Sugiharto...!

    ReplyDelete
  38. setiap anak memiliki potensi untuk maju, begitupun dengan Sugiharto. Merak pun memiliki kesempatan yang sama asalkan orang sekeklilingnya mau meluangkan waktu untuk mengarahkannya. Saya doakan semoga usaha mbak berhasil.

    ReplyDelete
  39. salam kenal

    Naluri keibuan anda memang sedang terasah ketika menanggapi linkungan baru.. Cukup banyak koq anak seperti sugiarto.. Namun saya salut akan kemauan anda untuk menilai lingkungan sekitar anda dan menuliskannya diblog ini sebagai bahan bacaan untuk orang tua dimasa depan yang patut mencontoh ini...

    Salam kenal

    YanTsen

    ReplyDelete
  40. sugiharto, memang iya, tetangga saya juga ada yang punya nama seperti itu, tapi katanya juga biar punya uang banyak hehehe...
    tapi kasihan ya, melihat kondisi orang yang seperti itu, gak bisa bayangin keadaannya. pasti batinnya sangat tersiksa!
    Iklan Baris

    ReplyDelete
  41. memang susah yah, ngasih pengertian ke ortunya tanpa bikin tersinggung. mungkin musti dikasi liat bukti kemajuan anak-anak slb, dibandingin sama yg ga skolah sama sekali

    ReplyDelete
  42. Setiap anak punya potensi, dan pada tiap anak berbeda2...

    ReplyDelete
  43. Duh kok malah jadi sedih gini sayanya,,hmm..

    sugiharto,, menurut mbak tadi, dia memiliki arti nama 'Kaya Harta'.

    Seperti halnya seorang ibu yang memiliki kasih sayang dan bentuk kecintaan yg tulus, walaupun sugiharto kecil ini memiliki kekurangan dalam hal layaknya manusia yg normal. Namu rasa kasih sayang seorang ibunya yg hanya merawat sugi seorang diri memang harus di acungi jempol.

    Memang sebenarnya seorang sugi, tidaklah cocok atau kurang bisa menerima bila harus berada dalam lingkungan sekolah dengan orang-orang yg mungkin tidak seistimewa Sugi,,

    Tp namanya keinginan seorang ibu agar anaknya dapat menempuh dan bisa mengikuti pendidikan, mendorong sebuah keinginan itu lebih dari apapun. Mungkin saja SLB lebih tetap untuk sugi, bila ada yang bisa mengutarakan hal yang harus sebenarnya ingin dikemukakan, sebaiknya di bicarakan dengan ibunya secara musyawarah.

    Biasanya SLB itu tidak sedikit biaya untuk bisa mengikuti pelajarannya, saya tidak tau apakah mungkin salah satu kendala dari ibu sugi adalah itu.

    Nice post..

    trima kasih sudah membuat saya terharu dan sedih,,hhoo..

    Nb : oh iyah.. di sini juga sempat ada angin besar 3 hari yg lalu,, sampai2 daun dan ranting bertebaran di tanah ^__^

    ReplyDelete
  44. I love the last photo, he gave it all hehehe..

    ReplyDelete
  45. ***Newsoul: Ok Mbak!
    ***padasuka mandiri 2: Saya sependapat sekali!
    ***annie: I do agree, juga terima kasih!
    ***My Artikel: Salam kenal kembali!
    ***Pasang Iklan Gratis: Belum tentu dia merasakan kepedihan seperti yang sampean katakan. Bisa jadi dia tidak sesensitif orang yang normal, sehingga malah seperti anak kecil terus yang penuh keceriaan. Heaven knows! I don't know exactly what's going on.
    ***Cynical Girl: Ide yang bagus Mbak!
    ***paddi: I absolutely agree with you!
    ***phonank: What a great idea!
    ***chubskulit: I'm of the same opinion with you!

    ReplyDelete
  46. sedih rasanya ada adikku yang kusti seperti itu. semoga ia diberikan kemudahan-kemudahan dan kelak tanta bisa bilang "lihatlah! ini anak siswa lelakiku, seorang pejantan tangguh" :D salam untuk adik.

    ReplyDelete
  47. sesungguhnya Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai takaran
    Sesuatu yang tidak sempurna dimata kita, bisa jadi yang paling disayangi oleh Allah
    Semoga Allah mempermudah kehidupan Sugiharto dan Ibunya.

    Postingnya mengharukan sekali Mbak, mengingatkan betapa kita harus syukuri dengan kondisi kita :)

    ReplyDelete
  48. ayo semangat mbak,,saya yakin mbak yulina dan suami dipertemukan dengan sugiharto adalah jawaban dari doa sugiharto akan sosok malaikat yang mampu memahaminya sebagai orang membutuhkan perhatian lebih dari lingkungannya.

    ReplyDelete
  49. sugiharto tentunya sangat berarti bagi ibunya. meski keterbelakangan mental, namun terkadang sikap dan perilaku lugu sugiharto membuat kita mengubah pandangan thd anak2 yg kurang beruntung spt sugiharto. banyak anak2 yg terlahir sempurna dalam keluarga sempurna namun kehidupan yang terlalu 'beruntung' malah menjerumuskan mereka ke dalam hal yang tidak baik. go for sugiharto :>

    ReplyDelete
  50. Salam dari Ixora....

    Maaf tidak komen tentang entri....

    :D

    ReplyDelete
  51. Hmm mbak Yuli, ceritanya sangat menyentuh
    Anak semacam sugiharto punya kekurangan
    tapi sebenarnya juga banyak kelebihan
    Semoga kita bisa lebih memperhatikannya..

    ReplyDelete
  52. realitas ini selalu kita jumpai...
    seperti membuka buku kehidupan, selalu ada pembelajaran yang patut dan harus dipelajari..

    apik pol!

    ReplyDelete
  53. kenapa ya ga dimasukin ke sekolah khusus aja?-w ga suka nyebut SLB-
    padahal kan ini buat anaknya juga!
    apa karena jauh,takut ga punya waktu nganterin apa takut berat di ongkos??cuma karena itu?ongkos lebih penting ya daripada anak sendiri???

    dunia emang bikin pusing dah!

    ReplyDelete
  54. ***nengratna: Ntar tak sampekne salamnya!
    ***lina: Amien! Betul kita harus rajin bersyukur.
    ***becce_lawo: Ok, let's live our spirit!
    ***Dioz: Benar memang!
    ***IxoR@: It doesn't matter at all!
    ***Itik Bali: I hope so!
    ***senoaji: Thank you!
    ***Momod: Don't think about it too much! Take it easy!

    ReplyDelete
  55. saya juga ko yakin ya tiap anak walopun dengan kekurangan yang nyata pasti ada kelebihan yang luar biasa juga.

    mungkin mba bisa ngedeketin ibunya sugiharto siapa tau bisa lebih masuk ketimbang yang ngomong pak RT, jgn menyerah untuk tetap peka dan peduli ya mba, akuh mendukungmuhhh!!!
    cup! :)

    ReplyDelete
  56. di postingan ku ada sebuah renungan tentang syukur..tujuan nya sama dengan postingan ini

    ReplyDelete
  57. take it easy?? kayak iklan coklat ya???

    hha

    gimana ga mikirin coba?? namanya juga anak orang!
    kalo anak kucing mah ga bakalan w pikirin .. buang aja!
    hha
    xp

    ReplyDelete
  58. ***yudhi puspa tya: Terima kasih atas apresisasi dan dukungannya.
    ***Willyo Alsyah P. Isman: Okey, nanti saya sempatkan visit dana baca Mas, thanks atas kunjungannya.
    ***Momod: Halloew Mbak, maksud saya bukan demikian, thanks atas atensinya.

    ReplyDelete
  59. blog ini menarik dan bagi teman pendidik, bahwa ada buku bagus tentang peningkatan mutu pendidikan, judulnya, School Healing-Menyembuhkan Problema Pendidikan
    klik link dibawah:
    http://www.pustakainsanmadani.com/visitor/produk/bukulengkap.php?idx=391&h=1

    ReplyDelete
  60. Kunungan balik. Trims dah mampir ya...! Btw, senang dengan tulisan kmu, terus berkarya untuk generasi kita....Fight for child identity, for equality better than today...

    ReplyDelete
  61. seorang mahasiswi, pendidik, care sm pendidikan... wuih anak muda yg kreatif banget. salam kenal yah sukses bwt tulisan2nya. sy juga pnggemar Dan Brown hehe

    ReplyDelete
  62. makasih ya mbak udah ngomen di blogq,hehe

    ReplyDelete
  63. ***marjohan atau joe: Ok Mas, ntar saya kunjungi blognya, pingin sekali tahu 'School Healing-Menyembuhkan Problema Pendidikan'-nya.
    ***Herdiansyah Hamzah: Terimakasih kembali...Ok I will!
    ***Rosi aja: Salam kenal kembali, 'n thanks!
    ***rezKY p-RA-tama: Sama-sama Mas, nantikan komentar saya berikutnya!

    ReplyDelete
  64. Trims dah mampir. I really appresiated your attention. By the way, read this post, looks like imagine my experiace. Nice stroy abou Sugiharto....

    ReplyDelete
  65. heii kaakk. kunjungi blog sayaa jugaa yaa :) heheee. tulisannyaa indah sekaliii.

    ReplyDelete
  66. Selamat malam Mbak Yuli
    Gimana weekend nya... :)
    salam bahagia selalu

    ReplyDelete
  67. Salam Kenal..

    terima kasih kerana kerap berkunjung ke blog saya dimalaysia...kagum banget sama mbak yuli..mudah2an kita terus berhubung ya..

    ReplyDelete
  68. Trimas ya Pelangi Anak diatas komentar anda dalam blog Cik Dara..semoga kamu bisa terus kecapi bahagia bersama suami kamu ya..

    ReplyDelete
  69. Ah..sedih saya membacanya. Bukan apa-apa. Sebab kalau orang sakit fisik tentu mudah orang jatuh empati. Tapi apabila sakit mental kebanyakan orang malah menjauhi. padahal mereka juga sama..sakit dan butuh perhatian dan pengobatan

    ReplyDelete
  70. Salam.. kata2 yang penuh makna "kekayaan hati lebih bernilai daripada kekayaan harta benda.."

    ReplyDelete
  71. TUHAN MENCIPTAKAN MENCIPTAKAN MANUSIA DAN ALAM SEMESTA ADA KERANGAN DAN KELEBIHAN SUGIHARTO MEMPUNYAI KEKURANGAN NAMUN SAYA PERCAYA SUGIHARTO MEMPUNYAI SISI KELEBIHAN DAN SAYA SALUT ATAS KEPEDULIAN EMBAK TERHADAP ORANG LAIN SEMOGA SUGIHARTO MENDAPATKAN PENDIDIKAN YANG LAYAK

    ReplyDelete
  72. ***Nirwanakoe: You're welcome!
    ***ataaaaa: Thanks, Ok I will!
    ***Lina: Terimakasih, all were exiting!
    ***zai: Salam kenal juga, I hope so!
    ***dara♥♥♥teruna: You're welcome, and you too!
    ***Rumah Ide dan Cerita: Memang benar demikian, terkadang kita kurang peka!
    ***MindaGuru: Salam kembali, selamat berjuang para Guru Indonesia!
    ***abeng beng /arjopedal: I do hope so!

    ReplyDelete
  73. Mungkin setelah ini lebih baik memberi nama anak Sugihati atau Sugihato (kalo cowok) ya?

    ReplyDelete
  74. salah satu tugas guru adalah membantu murid2 spt Sugiharto ini.

    ReplyDelete
  75. saya turut berempati atas hal ini,
    dibutuhkan seseorang yang memiliki keahlian diplomasi untuk menyadarkan sang ibu bahwa sang anak harus bersekolah ditempat yang benar.

    ReplyDelete
  76. kasihan sugiharto,
    jadi apa selama ini dia nda sekolah?

    btw salam kenal
    saya suka tulisannya, ku follow ya ^^

    ReplyDelete
  77. ***Fanda: hahahah...ide kreatif!
    ***Sang Cerpenis bercerita: Absolutely right!
    ***komuter: Perhaps there will be someone coming soon!
    ***Clara: Salam kenal juga, I have followed yours!

    ReplyDelete
  78. setiap manusia punya perbedaan
    kelebihan ataupun kekurangan
    yang lebih memberi ke yang kurang
    yang kurang juga punya kelebihan lain
    mari saling berbagi

    ReplyDelete
  79. tulisan dan kisah nyata yg mengharu biru,membuat semangat orang untuk berjuang lebih baik kembali terkumpul.
    trims ya kabarnya

    ReplyDelete
  80. keren kali postingan ini.. aku sukaaaa....
    penuh pelajaran...
    ^_^

    ReplyDelete
  81. wahhh kerenn mba'

    lam kenal ya

    ReplyDelete
  82. teringat adik saya... yang juga cacat mental.
    alhamdulillah, dia jauh lebih beruntung daripada Sugiharto ini.
    semoga nasib Sugiharto kelak akan membaik...

    ReplyDelete
  83. Menarik sekali jika fenomena ini dipotret oleh Nyai Ontosoroh! Kebanyakan dari kita suka menganggap yang tidak normal adalah kesalahan.Tapi, rupanya tidak bagi Nyai Ontosoroh.Hanya matahati yang tajam seperti Nyai yang mampu melihat bahwa setiap insan dikaruniai kelebihan. Dan, banyak di antara mereka yang disebut normal ternyata tidak banyak memberi manfaat kepada sesama. With love!Whienda.

    ReplyDelete
  84. ***attayaya: Saya sependapat sekali!
    ***cahyo: You're welcome!
    ***Ferdi Fauzan: Thanks!
    ***cah ndueso: Tenanne Kang!
    ***RiP666: Salam kenal juga yah!
    ***Elsa: Amien7x!
    ***Whienda: I'm of the same opinion with you, Nyi Ontosoroh memang luar biasa!
    ***rezKY p-RA-tama: Trims!

    ReplyDelete
  85. mampir lagi nih.....
    apa khabar

    ReplyDelete
  86. selamat sore mba
    salam untuk sugiharto

    ReplyDelete
  87. keterbelakangan tersembunyi sesuatu kekuatan

    ReplyDelete
  88. kenyataan yg memilukan, mkn ibunya tak sanggup tuk membiayai sekolah SLB,jg mkn kurang pengetahuan tentang SLB..pikirnya sekolah smua sama....
    mudah2an warga setempat ada yg tersentuh hatinya tuk membiayai sekolahnya

    ReplyDelete
  89. amanah dari Allah buat kita semua to?

    ReplyDelete
  90. maaf mba, baru sempet kemarih.
    hm... banyak kok anak2 yang sebenernya butuh kasih sayang & perhatian, ga cuma materi melulu. bukan begitu?

    ReplyDelete
  91. kaya harta penting
    kaya hati sangat penting

    ReplyDelete
  92. Sugiharto telah berbicara melalui kekayaan hatinya..
    tidak kaya kata-kata tapi kaya makna..

    ReplyDelete
  93. mengingat ak sama buku yg judulnya mereka bukan anakku (torey hayden)...

    ReplyDelete
  94. Saya terenyuh melihat tulisan ini Mbak, tersentuh juga. Semoga sugiharto bisa sekolah di tempat yang layak ya.. agar bisa juga merasakan pendidikan dan memperkaya hati..
    Salam.

    ReplyDelete
  95. semoga sugiarto bisa tumbuh menjadi anak yg bernasib baik dan dapat bimbingan dari seseorang

    ReplyDelete
  96. wah kasihan banget yah sugiharto.... semogga dia kan mendapatkan hidup yang terbaik

    ReplyDelete
  97. mantap gan keren banget blog nya.. ane suka semua isi postingannya. blog ini memang TOP dah...

    ReplyDelete