Friday, 9 October 2009

Kekaguman Seorang Guru TK terhadap Pramoedya Ananta Toer

Oleh Yulinda Rohedy Yoshoawini
Saya berusia 21 tahun, seorang Guru pada sebuah Taman Kanak-kanak di Yogyakarta. Saya pengagum karya-karya Pramoedya. Sebelumnya saya tidak begitu mengenal beliau. Siapa Pramoedya, dari mana dia berasal, tokoh penulis seperti apa dia?

Kekaguman saya pada beliau berawal ketika saya bertemu dengan seseorang yang sekarang menjadi suami saya. Karena dia tahu saya hobi membaca, dia menawarkan salah satu novel karya Pramoedya.

Sejak itulah saya mulai mengenal sosok Pramoedya dan bersentuhan dengan karya-karyanya. Novel Pramoedya yang pertama kali saya baca berjudul “Gadis Pantai”. Mulanya saya kurang tertarik dan tak berminat, karena saya lebih suka membaca roman percintaan dan buku fiksi anak-anak. Sedangkan karya Pramoedya lebih bernuansa sejarah perjuangan Indonesia dan berbau politik. Tetapi, saat mulai membaca “Gadis Pantai”, saya seakan-akan seperti orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya seolah menyelami alur cerita dalam Gadis Pantai yang disuguhkan Pramoedya secara mengalir itu. Saya seakan-akan melihat kejadian dalam cerita itu dari dekat, dalam imajinasi saya seolah-olah berada di tempat yang diceritakan dalam novel. Itulah salah satu kelihaian Pramoedya, mampu menghipnotis para pembaca melalui karyanya.

Menyusul kemudian “Tetralogi Buru” yang mengobati dahaga saya akan karya-karya Pramoedya. Sampai akhirnya saya jadi ketagihan membaca buku-buku Pramoedya yang lain. Membaca novel-novel Pramoedya seperti terbawa arus yang mengalir lembut dalam cerita, sungguh ini benar-benar luar biasa.

Sebenarnya belum begitu banyak karya Pramoedya yang saya baca, karena banyak buku yang sulit saya dapatkan. Selain itu banyak karya Pramoedya yang belum diterbitkan kembali. Padahal saya ingin membaca karya-karya lainnya.

Membahas karya Pramoedya, memang tak ada habisnya. Selalu ada topik menarik yang bisa dibicarakan tentang setiap karyanya. Saya selalu terpesona dengan cara Pramoedya melukiskan jalan cerita. Membuat saya benar-benar hanyut dalam dunia rekaannya. Salah satu contohnya adalah bagaimana dia menggambarkan persetubuhan antara Annelies dan Minke dalam “Bumi Manusia”, sungguh bersahaja, tidak vulgar. Keindahan alam yang diamati dan dilalui tokoh saat melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain juga begitu elok. Sehingga membuat saya penasaran dengan apa yang akan terjadi dalam lembar-lembar selanjutnya, saat tokoh dalam cerita tiba di tempat tujuan. Saat cerita memasuki suasana tegang, saya ikut-ikutan tegang. Ketika suasana sedih, saya juga larut dalam kesedihan, mata saya pun tak terasa jadi berkaca-kaca. Seolah-olah saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita.

Dan yang lebih hebat lagi, Pramoedya menuliskan kisah masa lalu Indonesia dalam kurun waktu antara tahun sekian hingga sekian. Dia seakan-akan memberitahukan apa yang terjadi saat itu dengan bumbu rekaan jalan cerita yang semakin sayang kalau dilewatkan.
Saya sungguh salut dengan Pramoedya. Sebab, kata Pramoedya sendiri, dia sebenarnya SMP saja tidak selesai. Tapi pada kenyataannya, Pramoedya bisa menulis lusinan karya sastra yang mendunia, tanpa harus menjadi seorang sarjana sastra. Hal ini selalu membuat saya bertanya-tanya bagaimana mungkin seseorang yang tidak lulus SMP dan tidak menuntut ilmu di bidang tulis-menulis bisa menghasilkan karya yang membesarkan namanya sampai ke manca negara.

Ternyata ketekunannya dan ketelitiannya dalam mengkliping dan riset data merupakan salah satu kunci keberhasilan Pramoedya menulis karya-karyanya yang luar biasa. Dan satu lagi yang membuat saya hampir tidak percaya, ternyata Pramoedya pernah menjadi staf pengajar Fakultas Sastra di Universitas Res Publica.

Dari sini saya dapat mengambil hikmah bahwa syarat utama untuk bisa menghasilkan karya yang berkualitas adalah ketekunan, kemauan, dan kerja keras seperti yang sudah dicontohkan oleh Pramoedya. Untuk menjadi seorang penulis tidak harus melalui jenjang pendidikan tinggi. Kalau Inggris punya J.K. Rowling, Indonesia punya Pramoedya Ananta Toer. Dan saya kira tak ada salahnya menyandingkan Pramoedya dengan penulis-penulis besar dari negara lain. Saya pribadi merasa bangga karena Indonesia punya putra bangsa seperti Pramoedya yang karya dan namanya mendunia.

Semangat juang Pramoedya yang ditularkan lewat tulisan-tulisannya, sungguh memberi inspirasi dan motivasi untuk belajar lebih giat lagi dalam menghasilkan karya, seperti yang saya tekuni saat ini, menulis cerita anak, sesuai dengan bidang yang saya geluti. Dengan begitu saya bisa menularkan semangat, kerja keras, dan dedikasi tinggi, serta semua hal yang diperjuangkan oleh Pramoedya kepada anak-anak, dengan tulisan dan dongeng.

* Esei ini merupakan salah satu dari puluhan tulisan yang dipublikasikan dalam buku berjudul PRAMOEDYA ANANTA TOER, 1000 WAJAH PRAM DALAM KATA DAN SKETSA, yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara, 2009.

101 comments:

  1. tulisan yang baik adalah sihir. ia bisa mempengaruhi siapapun.

    ReplyDelete
  2. wah.. sama dunk,,,,, saya jg suka tulisannya Pram.. salam kenal y Mbak.....

    ReplyDelete
  3. salam sahabat
    bagus postingnya...penuh inspirasif thnxs ya....semangat ya....good luck...

    ReplyDelete
  4. salam... lebih kurang 26 tahun yang lalu - saya harus fahami dan ingati novel KELUARGA GERILYA oleh Pramoedya Ananta Toer kerana ia novel wajib untuk sekolah waktu itu :)

    ReplyDelete
  5. Caelah... bearawal dari sebuah buku... lalu tibalah cinta bersemi,, hehehe

    oh berarti kita sepantar yah,, saya juga 21...

    hihihi...

    Walaupun kita seumuran, namun saya baru kali ini tau tentang PRAMOEDYA ANANTA TOER,,

    jadi saya tidak bisa koment lebih mengenai beliau...
    mungkin bisa saya cari tahu setelah ini,, thanks..

    ReplyDelete
  6. saya juga hobi baca tapi baca komik / manga ..
    sptnya bagus ya ?! mgkn sesekali harus baca nih ..


    Iklan Gratis

    ReplyDelete
  7. Alo Mbak Yu... Eh, bu Gulu. :) Kapan maen lagi ke Seputar Asahan? Tulis-tulis komentar di artikelnya yach, ada Novel gratis "Gadis Pantai" karya Pramoedya Ananta Toer loh untuk penulis komentar terunik dan termenarik :) Ayo buruan kasi komentar, sapa tau ntar bisa dapet untuk bu Gulu TK.. he he he

    ReplyDelete
  8. wah,,,keren.......
    cuma satu kat,,keren...

    ReplyDelete
  9. Pramoedya memang sosok yang inspiratif. Karya-karyanya luar biasa! dan itu ia lahirkan dari penjara.
    Ach....apa perlu saya dipenjara dulu ya biar bisa luar biasa?!

    ReplyDelete
  10. Kepingin juga berkongsi kekaguman tentang beliau.... Ixora juga suka membaca.....

    ReplyDelete
  11. kalau nama Pramudya Ananta Toer memang terkenal tapi belum pernah saya beca bukunya
    lima tahun belakangan ini kebanyakan baca buku non fiksi
    sekarang saya jadi penasaran
    pengen baca bukunya

    thanks ya Bu Guru :)

    ReplyDelete
  12. Selamat siang Ibu Guru...
    Posting yang bagus...Seorang tokoh yang patut menjadi panutan...Hanya seorang yg tidak lulus SMP bisa menjadi pengarang Novel yang handal...
    Keep smile n spirit...

    ReplyDelete
  13. hmm... sepertinya benar2 pencinta buku + ingin jadi seorang penulis ye... ok lanjutkan

    ReplyDelete
  14. Duh penasaran tentang penggambaran persetubuhan yang tak vulgar dari PRAM neh.... :-)

    ReplyDelete
  15. Memang tak selamanya ORANG BESAR dari kalangan akademis saja ya, salute tuk Pramoedya Ananta Toer...

    ReplyDelete
  16. kalau saya suka yang tidak serius seperti dragon ball, conan, ashura dan lain-lain

    ReplyDelete
  17. Lihat buku tebal yang berbobot kepala langsung berat

    ReplyDelete
  18. makanya saya suka blog ini karena bisa baca postingnya udah bisa ngerti sebuah buku

    ReplyDelete
  19. Salam.
    Karya2 tokoh sastrawan spt Pramoedya juga cukup dikenali di Malaysia..Seorang pejuang yang patut dicontohi..

    ReplyDelete
  20. Jangan mengaku penikmat sastra bila belum tuntas membaca karangan Pram, begitu kira-kira simpul temanku.

    Salam akrab....

    ReplyDelete
  21. Wow, mantab, setuju, memang tak harus menjadi sarjana sastra untuk dapat menjadi seorang penulis hebat, ketekunan dan kepekaan yang menentukan

    ReplyDelete
  22. Paramoeda?

    Jangan2 Kakek Buyut.. Hehe..
    Oh ia.. Undangan Khusus para pecinta sastra.. Kunjungi:

    http://www.tanpanamakita.co.cc

    Komunitas Sastra Jogja, Komunitas tanpa nama. Barusan kita relese Buku Baru. 5 Buku Chan bersama KTN Terakhir.. FREE DELEFERY.. Mau Tak??

    http://www.amierchan.co.cc

    Di tunggu kunjungandinas di KTN

    ReplyDelete
  23. Wah Mbak kalau aku kok senang membaca ceritera bersambung yang pernah diterbitkan oleh Koran Kedaulatan Rakyat Jogja yaitu Nogososro dan Sabuk Inten karya SH Mintardjo.
    Cerita ini sangat populer di era tahun 1960-1970 dan sampai sekarang ini masih diburu orang untuk dibaca kembali.Saya sendiri kepengin lagi membaca karya ini dengan setting sejarah Demak Pajang sebelum berdirinya Mataran Islam yang berpusat di Kotagede.

    ReplyDelete
  24. Kita sama2 bu guru TK ne..wah senang punya teman sesama guru TK..bisa berbagi pengalam ne..

    ReplyDelete
  25. HI I VISIT YOUR BLOG, YOUR BLOG IS VERY NICE, I FOLLOW YOUR BLOG AS A FRIEND, PLEASE VISIT MY BLOGS AND SEND ME COMMENTS ON IT AND FOLLOW MY BLOGS TOO.
    http://www.forexrajput.blogspot.com/
    http://www.forexzombi.blogspot.com/
    http://www.worldofjewellery.blogspot.com/
    http://www.onlinespacer.blogspot.com/
    http://www.oslinuxp.blogspot.com/
    THANK YOU VERY MUCH

    ReplyDelete
  26. pertama, saya pun mantan guru TK bbrp tahun yg lalu :)
    kedua, tulisan ini membuat saya benar2 ingin membeli & membaca buku2 Pram, selama ini tau tapi tidak terlintas keinginan... trims ya sudah menggugah saya.
    btw, buku2 Pram mudah dicari di toko2 buku semacam Gramedia kan ya?

    ReplyDelete
  27. Friendly invite to welcome you to visit my handmade creation and art blog~! Thank you~!!

    ReplyDelete
  28. "Semangat adalah energi yang menular. . . ."
    Setelah membaca artikel ini, saya jadi lebih bersemanat lagi:) Ternyata untuk bisa mencapai kesuksesan tidak harus melalui pendidikan formal yang tinggi, seperti beliau Bp. Pramoedya A. T.
    Jika beliau bisa sukses di bidangnya, saya pun yakin bisa. Pak Pramoedya yg hampir lulusan SMP bisa, aku yang lulusan SMK pasti juga bisa. . .

    Terima kasih ya atas berbaginya. Salam kenal dari saya. Semangat pagi:)

    ReplyDelete
  29. Saya baru mengenali nama tersebut di Malaysia..

    http://kkmofdaftar.blogspot.com

    ReplyDelete
  30. salut buat ibu guru...
    terus berkarya juga, nanti dibukukan...
    sukses!

    ReplyDelete
  31. Salam Pelangi anak,

    Terima kasih kerana berkunjung ke blog saya.. nice blog.. selamat berkenalan.

    ReplyDelete
  32. saya tau tulisan pramoedya dari teman.. waktu itu bukunya msh susah dicari. Tapi tulisan yulinda juga bagus kok..

    ReplyDelete
  33. Artikel2 yang menarik di sini
    Terima kasih atas kunjungannya

    ReplyDelete
  34. artikel yang mkenarik bu guru :)

    ReplyDelete
  35. saya jg suka karya Pram, inspiratif..:)

    ReplyDelete
  36. pak pram itu uda almarhum kan yah?

    ReplyDelete
  37. btw, bu, kok smua blog yg diikutin punya org malaysia....ini rada ga nyambung ama postingan, komennya...hehe maap yah

    ReplyDelete
  38. Satu lg bukti bahwa jenjang akademik itu penting. Tp ia bukan final dr segalanya. Slm kreatifitas

    ReplyDelete
  39. salah satu aset bangsa, dan mdh2an ada yg bisa menjadi penerus spt pramudya

    ReplyDelete
  40. salam kenal buat Yulinda...
    makasih karena sudi singgah di blog saya.
    kayaknya blog Yulinda ini punya artikel menarik dan pantas untuk saya ikuti membacanya... :)

    ReplyDelete
  41. Salam kenal mba...

    Membaca tulisan di atas semakin membuat saya penasaran dengan karya-karya nya Pak Pram. Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin membaca salah satu karya nya, tetapi sampai sekarang belum kesampaian juga. Dan tulisan ini semakin membuat saya penasaran. Terima kasih mba atas sharing nya.

    Oya blog mba sudah saya link. makasih ya..

    ReplyDelete
  42. ...sy datang membawa suatu renungan...semoga bermanfaat untuk para sahabat2 ku

    ReplyDelete
  43. Hi bu guru boleh tuh pinjam barang satu judul.
    Btw semoga keinginanmu jadi penulis tercapai.

    ReplyDelete
  44. DULU AGAK DI TAKUTIN....
    APALAGI ERA ORBA.
    SEKARANG AGAK TERBUKA....

    ReplyDelete
  45. wow kagum bener saya denger kisahnya Promoedya.

    ReplyDelete
  46. Aku udah baca juga "Gadis Pantai" .. bagus banget. Salam kenal ya

    ReplyDelete
  47. Pramoedya Ananta Toer, salah seorang penulis yang dikenang dalam sejarah sastra Indonesia.

    Nice post, membuat saya lebih mengenal siapa beliau

    ReplyDelete
  48. nyuuuut... eh good... good... so nice. salam kenal

    ReplyDelete
  49. assalamualaikum,
    alhamdulillah sht mbak.
    sy ikut terkagum mbak, kalo bukunya belm sempat sy bca. namanya sering sy dengar.
    jadi tertarik ni mbak..
    salam

    ReplyDelete
  50. aku sempet baca satu bukunya...luar biasa isinya....walaupun tebel nggak bosenin, mudah di cerna dan mampu membawa kita dunia lain.

    ReplyDelete
  51. Saya suka dengan karya-karya Pramoedya
    Walaupun kadang rada berat di telinga saya
    tapi saya menyukai kata-katanya yang padat dan jelas

    ReplyDelete
  52. Sayang saya belum baca novel Pramoedya. Sejauh yang saya tahu, Pramoedya dan Chairil Anwar menjadi peletak dasar sastra kontemporer Indonesia.
    Setelah baca artikel ini saya jadi kepingin (pinjam hehehe) baca novel Pramoedya sama teman.
    Salam kenal

    ReplyDelete
  53. aq belum pernah merasakan jd anak TK, waktu sekolah aq lagsung masuk kelaz satu

    ReplyDelete
  54. Waduwh, aku baca buku yang tipis aja males apa lagi tebel gitu?? salut deh buat mba! iyo ra?

    ReplyDelete
  55. aku mbok dipinjamin bukunya mbak...

    ReplyDelete
  56. blog walking nicedram2day ;)
    follower blog aq yach

    ReplyDelete
  57. haloo...duuh lama nih gak kesini...
    *maaf*..

    karya2nya memang oke...
    saya menikmatinya.... :)

    ReplyDelete
  58. berkunjung.....
    saya senang membaca karya atau tulisan yang mengisahkan tentang perjuangan atau otobiographi seseorang. bahkan hingga kisah hidup seorang anak yakuza pun saya baca.

    ReplyDelete
  59. selamat siang ibu guru,
    ulasan yang menarik, kalau ada waktu pasti saya cari buku ini di gramed,
    makasih yah

    ReplyDelete
  60. jalan2 dulu bu guru...

    pak pramudia sosok yang legendaris!

    ReplyDelete
  61. sayangna q g suka baca ! lebih suka main game ! wkwkwkw
    lam kenal y smwana

    ReplyDelete
  62. wah, hebat sekali esai ini masuk dalam buku 1000 wajah pram. benar-benar pengagum PAT ternyata si ibu guru ini.

    pak pram memang mengagumkan. sayangnya beberapa karyanya tidak diedit dengan baik sehingga banyak terdapat kesalahan pengetikan (typos) dan kekeliruan nama tokoh.

    terima kasih sudah bertandang ke blog sederhana saya. jangan kapok, ya?

    ReplyDelete
  63. kayaknya bagus ya bukunya. tapi saya belom pernah baca karya beliau..

    ReplyDelete
  64. blogwalking,followers and link my blog okay ;)

    ReplyDelete
  65. Trims dah mampir n kasih komen. Sering2 mampir, ya. Maaf bingung mo komen apa, soalnya saya kurang paham soal kesusasteraan, maupun sasterawannya.

    ReplyDelete
  66. Keren mbak...mengagumi karya org lain dan belajar dari kesuksesannya, maka sukses akan datang juga pada kita

    ReplyDelete
  67. Salam kenal dulu deh...
    Terimakasih sudah mampir ke blog saya..

    ReplyDelete
  68. Salah seorang Legend di Indonesia adalah Pakdhe Pram... hehehe...

    ReplyDelete
  69. waa.. jadi pengen baca bukunyaa..

    ReplyDelete
  70. Blognya rame pisan ya..salam..kunjungan balik...semoga bukan kunjungan pertama dan terakhir..

    ReplyDelete
  71. Salam kenal Bu, kebetulan saya juga gemar membaca. Saya sudah membaca hampir seluruh karyanya Pramoedya. Saya setuju jika Pramoedya memang pantas disejajarkan dengan penulis dunia. Semoga akan muncul penulis lain sekaliber pramoedya.
    Kebetulan anakku seneng nulis ini sebagian tulisannya http://saskiaandina.blogspot.com/
    Thanks

    ReplyDelete
  72. untuk menulis dengan hati, seseorang memang tidak membutuhkan pendidikan formal. dan pramoedya membuktikannya.

    ReplyDelete
  73. aku jarang baca buku selain fiksi, denger pernah nama Beliau tpi baca bukunya belun, dan hehehe,, apalagi klo soal sejarah.nnati dulu hiiii

    ReplyDelete
  74. keren sosoknya ternyata...

    kalau saya beranggapan.. cerita yang bagus adalah saat si empunya cerita menulis dari hati dan tulus.. saya rasa pembaca bisa ikut larut di dalamnya

    ReplyDelete
  75. pram..sang inspirator. Satrawan, novelis dan penulis buku yang kan memebri banyak wawasan para pengagumnya.

    ReplyDelete
  76. semua hal butuh pembanding. tidak selamanya yang berkesan kontra adalah negatif. tinggal bagaimana kita memilah informasi yang masuk. kayaknya begitu...

    ReplyDelete
  77. Wahhhh....keren abiiis blognya...
    Iya..tuh kalau mau tau banyak tentang wanita mampir ke tempatku yaaa.... ;-)

    ReplyDelete
  78. Makasih infonya mbak.
    Jadi tau ttg Pramoedya neh...

    ReplyDelete
  79. mampir jalan jalan pagi...
    menyeruput teh hangat di sini...
    ditemani Pramoedya... dan Pelangi anan :)

    lam kenal sahabat,,,

    ReplyDelete
  80. **indotopten: Salam kenal juga, tunggu lagi visit saya berikutnya!
    **fasha comeback again: Pasti dech!
    **dasir: Ok Mas, pasti saya ziarahi he..he..he...
    **Bond: Salam kenal kembali, wah dah baca hampir semua, keren banget! Ok, saya akan visit ntar!
    **Rawins: Betul friend!
    **Mia Arizona: Ok Mbak!
    **elmoudy: salam kenal kembali!

    ReplyDelete
  81. Dilihat dari pilihan buku dan pengarangnya, Mbak Yuli ini naga-naganya bakal jadi penulis kesohor juga, nih! Oke ... untuk mengenag Pak Pram.. Whienda pengin panggil Mbak Yuli: Nyai Ontosoroh! boleh, khan?

    ReplyDelete
  82. **Whienda: Terima kasih atas kunjungannya Mbak Whienda, semoga kita bisa terus saling silaturohmi via jejaring istimewa ini. Sampean ternyata juga dari Jatim to Mbak. Saya aseli Mediun lo Mbak. Keep on blog-walking Mbak!

    ReplyDelete
  83. sastra indonesia??? beraaaat bangeeettt.. gak ngerti hahaha.

    ReplyDelete
  84. karya beliau memang berisi...kereeeeen..
    kunjungan balik niy mba, salam kenal juga ya... :)

    ReplyDelete
  85. ***meretricious world of Gita: Jangan diangkat atau dijinjing, biar gak berat he..he..he....
    ***lina: Terimakasih, dan salam kenal juga Dik

    ReplyDelete
  86. saya juga pecinta Pramudya Ananta Toer. sejak membaca Arok Dedes... saya keranjingan membaca semua karyanya. beliau memang Maestro!!!

    ReplyDelete
  87. halo...kunjungan balasan yang menyenangkan :D

    saya sudah lama kagum dengan beliau dan menikmati tulisan beliau. Mulanya saya membaca karya beliau dalam versi bhs Inggris, karena dulu buku2 beliau kan banyak yg dilarang beredar di tanah air (tahu kan pada jaman apa itu? tahu juga kan sekarang seberapa tua saya hehe).

    Ketekunan dan tentunya kecintaan pada apa yg kita lakukan selalu membuahkan hasil yang baik. Saya tunggu karya cerita anaknya ya? Untuk buah hati saya :D

    salam manis

    ReplyDelete
  88. Sudah pernah baca SUNARYONO BASUKI, KS
    Mbak?
    Beliau kebetulan dosen pendidikan bahasa inggris saya sewaktu saya masih kuliah di IKIP. Karyanya ga kalah asyik dengan Pramudya kok.. :)
    Nice posting. Lam kenal lagi..

    ReplyDelete
  89. Saya juga pecinta novel Pak Pram..saya suka sekali Bumi Manusia: Perjuangan Mensejajarkan Hak Asasi Perempuan, ini saya kutip sebagian dialognya...
    Kata-kata terakhir ayah:
    Ikem, kau tidak keluar dari rumah tanpa ijin tuan besar, kau tidak kembali ke rumah tanpa seijinnya dan seijinku..(Bumi Manusia, hal 88)
    Salam kenal ya Mba...

    ReplyDelete
  90. Salam kenal dan selamat yah, anda telah dipercaya untuk memberikan testimony perihal penulis besar kita Simbah Pram!

    ReplyDelete
  91. isi artikelnya menarik banget gan pantes banget kalo blog ini mempunyai trafik yang bagus. semoga trafik blog nya terus naik.. dan menjadi blogger yang sukses. amin.

    ReplyDelete