Tuesday, 8 September 2009

LAILA OH LAILA, KETHIP-KETHIP…THUING…!

Mungkin para pembaca sekalian bertanya tanya apa maksud dari judul tersebut. Tapi sabar dulu, saya akan memberitahukannya di akhir cerita, setelah rentetan kisah berikut ini.

Kali ini masih tentang anak didik saya. Tapi yang ini kelucuan itu datang dari seorang gadis kecil. Namanya Laila. Usianya sekitar tiga tahun. Badannya kecil mungil, kulitnya hitam, rambutnya ikal pendek, dan ciri yang paling unik adalah sikap diamnya, yang mengundang banyak tanda tanya dari para guru. Ada apa dengan diamnya??? Satu-satunya murid yang masih ditunggui di kelas, ketika teman-teman yang lainnya tak ada yang ditunggui lagi.

Namun yang namanya anak-anak, sikap seperti apapun yang ditunjukkan oleh mereka, pasti tetap saja lucu. Suatu kali, saat kegiatan menggambar. Setiap selesai menggambar bebas, si anak diminta untuk bercerita tentang gambar yang dibuatnya, dan guru menuliskan kata-kata atau cerita anak di bawah gambar tersebut. Sebagai contoh. “Bu…sudah selesai,” ucap seorang anak. “Oh ya, sini cerita sama bu guru,” kata saya. Setelah duduk berhadapan saya bertanya sambil bersiap menulis, “Ini gambar apa?” “Gambar ultraman merah,” jawab si anak. “Ultraman merahnya lagi ngapain?” tanya saya lagi. “Lagi perang,” jawabnya lagi. “Trus dari tangannya keluar sinar bipbipbipbip…cu…duer…meletus,” ungkapnya lagi dengan gaya dan ekspresi menirukan ultraman. Dan seterusnya sampai dia berheti cerita dan pertanyaan yang diajukan telah dirasa cukup. Padahal gambar yang dia buat berbentuk lingkaran agak lonjong dengan warna merah. Sungguh tidak nyambung menurut pandangan kita sebagai orang dewasa. Tapi itulah anak-anak, penuh dengan imajinasi yang harus kita hargai. Tidak ada maksud bohong atau menipu dari mereka.

Hal yang terjadi pada Laila justru berbeda. Ketika saya tanya apa yang dia gambar, bukannya kata-kata jelas atau bisikan lirih yang saya peroleh, akan tetapi gerak bibir membuka seperti mengucapkan satu suku kata ‘Ma’, tanpa suara. Saya langsung tertawa tapi buru-buru juga saya redam. Saya ulangi pertanyaan saya beberapa kali, tapi jawaban serupa yang kembali saya peroleh, sekali lagi tanpa ekspresi. Bahkan saya sudah berkata demikian, “Kalau tidak bersuara bu guru tidak tahu Laila menggambar apa”. Sampai akhirnya kami berdua sama-sama menyerah. Mungkin karena sama-sama capek. Saya capek bertanya, begitu pula dengan Laila capek menjawab. Saya amati gambar yang dibuatnya. Beberapa lingkaran kecil dengan warna berbeda dan garis lurus di bagian bawah lingkaran. “Ini kelereng?” tebak saya. Dia hanya menggangguk kemudian berlalu dari hadapan saya. Sayapun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum menghadapi karakter Laila.

Kejadian lain yang tak kalah seru adalah waktu kegiatan tanya jawab antara guru dan anak. Waktu itu tema yang dibahas tentang binatang piaraan. Satu persatu anak telah diberi pertanyaan oleh teman saya. Jawaban yang diperoleh beranekaragam. Ada yang memelihara ayam, kelinci, ikan dan sebagainya. Sampai tiba giliran Laila. “Kalau Laila di rumah punya binatang apa?” tanya teman saya. “Kuuciing,” jawabnya sambil berbisik lirih. “Apa? Bu guru tidak dengar,” balas teman saya dengan berbisik juga. Jawaban yang diperoleh juga sama walaupun bisikannya sudah agak terdengar. “Apa lagi?” tanya teman saya. “Iikaan,” jawabnya masih dengan berbisik. “Terus, apa lagi?” tanya teman saya. “Hamsteer,” katanya lagi. “Ada lagi?” tanyaku. “Uudaah,” jawab Laila. Semua jawaban yang diberikan seluruhnya berupa bisikan. Teman saya tidak bermasud membalas anak tetapi hanya berusaha memancing supaya suaranya keluar. Kami bertiga sebagai Penanya hanya bisa tertawa kecil dengan jawaban bisikan itu.

“Tolong, panggilkan Faadhil,” pinta saya pada Laila ketika tiba waktu pemeriksaan kuku. Saya amati dia waktu memanggil temannya. “Faadhil dipanggil Bu Yuli,” katanya dengan volume suara terendah. Saya hanya bisa menahan tawa. Faadhil tidak mengerti. Saya minta Laila untuk mengulangi, “Faadhil tidak dengar karena Laila berbisik,” kata saya. Tapi tetap saja volume suaranya tak bisa lebih dari itu. Hingga akhirnya saya yang memanggil Faadhil.

Atau saat dia minta tolong dipakaikan jilbab atau mau memasukkan uang amal. “Laila mau ngapain?” tanya saya waktu itu. Dia hanya menyodorkan jilbab dan uang dihadapan saya tanpa sepatah kata-pun.

Mungkin inilah kelucuan yang paling ditunggu-tunggu, para pembaca sekalian karena berhubugan dengan judul tulisan ini. Waktu itu tema yang dibahas adalah tentang anggota keluarga. “Siapa yang punya kakak di rumah?” tanya teman saya. Semua murid dengan serentak menjawab “Sayaaa…saya…saya buu!” kata mereka sambil mengacungkan jari telujuk sembari maju kedepan. Sementara itu yang terjadi pada Laila sungguh menggelikan. Dia hanya duduk manis di tepi karpet. Pandangan matanya ke bawah. Lalu matanya berkedip tapi masih dengan pandangan kebawah. Mungkin kalau saya lukiskan seperti ini wajahnya waktu itu, ...‘kethip…kethip’, matanya berkedip dua kali. Kemudian.... ‘thuing!’ Dia mengacungkan telunjuknya. Tidak setinggi teman-temannya, tapi di bawah dadanya. Dan sekali lagi tanpa suara. Sungguh menggelikan.

Terkadang dia menolak kasih sayang yang kami berikan saat di sekolah. Dia akan berusaha melepaskan genggaman tangannya ketika digandeng Bu Guru masuk kelas. Menepis belaian kami. Dan buru-buru menggeser duduknya ketika dipangku oleh saya misalnya.

Namun tingkah laku dan sikapnya saat di rumah sangat bertolak belakang dengan saat berada di sekolah. Berdasar pengakuan ibunya, Laila seringkali bercerita tentang pengalamannya di sekolah hari itu. Hal itu tampak nyata, ketika kami bertiga menerima undangan untuk berkunjung ke rumahnya. Kami melihat dia bersikap seperti biasa ketika bermain dengan kakaknya dan terlihat ceria seperti anak-anak lainnya. Dia juga banyak mendominasi pembiacraan ketika berkomunikasi dengan kakaknya. Tapi ketika salah satu dari kami bertanya dia langsung mengunci mulutnya.

Tapi terlepas dari itu semua, dia bisa mengikuti aktivitas kelas. Suka menggambar. Jenis permainan yang paling digemari adalah Puzzle. Intinya yang melibatkan daya nalar atau daya pikir. Hanya kurang percaya diri ketika berkomunikasi dan berinteraksi baik dengan teman sebayanya maupun dengan gurunya. Prestasi yang membanggakan yang pernah diraihnya adalah juara tiga lomba mewarnai tingkat Kelompok Bermain. Laila mewarnai gambar yang disediakan panitia lomba menggunakan krayon. Hasilnya penuh, rapi dan tidak keluar garis.

“Uudaah!” he...he...he...

65 comments:

  1. Owh my God..it's so sad.Perceraian kedua orang tau bisa mempengaruhi fisik seorang anak ya?bisa di jadikan contoh nih.but saya kapan ya punya anak? hiks (malah curhat).

    ReplyDelete
  2. Dari kelucuan-kelucuan dari sikap Liliana ternyata dampak dari keadaan yang membuat saya trenyuh..sungguh mengharukan

    ReplyDelete
  3. Hmmmmm ...setiap naka memang sangat unique sehingga adalah salah besar kalau orang tua atau siapapun yang lebih tua kalau memperlakukan mereka dengan sama.

    " Semua anak yang dilahirkan adalah pintar namun 99 dari tiap 100 anak dibuat menjadi bodoh oleh orang dewasa ".
    Saya lupa itu quotenya siapa namun saya sangat setuju dengannya.

    nice sharing

    ReplyDelete
  4. hihihihi......

    Dia benar-benar suka bersekolah...

    :D

    ReplyDelete
  5. tapi aku masih blm bisa mengimajinasikan apa yg digambarkan Liana... lingkaran?? kelereng?? Liana lagi menghemat suara ya, mbak???

    ah, salam buat Liana dari aku ya, mbak....

    salam kenal juga. makasih udh follow... aku follow balik yaa.....

    ^_^

    ReplyDelete
  6. diam sekali ya..memang dah sifatnya kali.

    ReplyDelete
  7. Macem2 memang sifat anak, mungkin itu salah satunya..

    ReplyDelete
  8. SALAM ... YULINDA. MAAF YA...ADA SALAH SATU CERITA ANDA YANG SAYA RILIS MENJADI CERITA DIBLOG SAYA. MUNGKIN ADA KARAKTER DARI CERITA ANAK ASUH ANDA DALAM CERITA KARANGAN ANDA YANG ..." AKU TAHU... YA,TADI ITU AKU LUPA!!

    TAPI AKU BERTERIMA KASIH SAMA ANDA, KARENA AKHIR nYA SAYA BISA MEMBUAT CERITA KARANGAN SAYA LAGI. YAH, WALAUPUN AGAK KURANG SEMPURNA.

    ReplyDelete
  9. assalamualaikum,
    saya suka strategi sharing guru dengan anak didiknya mbak. menarik.
    liana...oh..liana
    wassalam

    ReplyDelete
  10. terlepas dari rasa kagumnya blue pada apa yang Liana gambar
    tetap saja blue harapakan Liana akan menjadi yang terbaik nantinya dalam dunia yang di kehendakinya
    titip salam tuk Dek Liana ya jeung
    salam hangat sellau

    ReplyDelete
  11. kasihan sangad mempunyai mental yg tak dapat berkomunikasi dng baek kepada teman atau gurunya.... hany gara karena perceraian orangtuanya. moga linna saat tumbuh besar nanti dia bisa mengerti :D

    emang lutu dan unik dunia anak2 itu...

    ReplyDelete
  12. Kalau gedhe saya kira nggak maslah
    saya dulu pemalu
    sekarang nggak ada masalah

    mba verivikasi katanya mbok di hilangkan saja

    ReplyDelete
  13. Aih, seru ya mbak berhadapan dgn ank2 TK. Jd pengen ngerasain. Sehari2 saya berurusan dgn ank ABG. Tp y tiap fase ank memiliki keunikan msg2 y! Kisah ini 1 bukti betapa bsr pengaruh keharmonisan ortu terhdp perkembangan psikis anak. Slm kreativitas.

    ReplyDelete
  14. ternyata emang ya rumah adalah tempat dimana kita bisa jadi diri sendiri, bahkan anak kecil saja tau tempat yg paling nyaman adalah rumah..... xixixixi

    ReplyDelete
  15. moga jad anak yg pinter.. kayak bu gurunya..

    ReplyDelete
  16. Mbak... maaf ini komen perkenalan. dan maaf juga updatenya belum di baca... bukan gak mau baca mbak cuma ini keburu nunggu buka puasa. hehehhe
    salam kenal buat mbak yuli, makasih udah mampir di blog sederhana bintang air.
    lain waktu saya mampir lagi ya mbak. dah ya mbak mo pulang nih hehehhe maklum mbak ngeblognya di warnet sih/

    ReplyDelete
  17. Salam kenal... Cerita yang menarik sekaligus membuat saya merenung nih. Salam buat Liana ya...

    ReplyDelete
  18. puzzle salah satu permainan yg bs mengasah otak dan daya nalar anak..
    salam kenal yah...:)

    ReplyDelete
  19. salam sobat
    trims sudah kunjung dan follow .
    saya juga sudah follow balik nich ya,,
    salam kenal dari NURA.

    ada AWARD untuk mba,,mohon diterima ya di blog NURANURANIKU ,trims.

    ReplyDelete
  20. liana memang anak yang berbeda , dan imut, coba kesini dah, nanti dikasih coklat

    ReplyDelete
  21. dunia anak2 penuh dengan canda tawa dan imaginasi, sayang saya tidak terlalu pandai berinteraksi dengan mereka.

    *salam kenal, terima kasih sudah mampir ke blog saya*

    ReplyDelete
  22. salam kenal.....


    nek di liat dari fotonya c lucu juga tuh :D

    ReplyDelete
  23. blue selalu ingin menyapamu sahabat
    semangat yah
    salam hangat selalu

    ReplyDelete
  24. duh ceritanya panjang dan menyenangkan, salam.

    ReplyDelete
  25. Hai salam kenal,
    semoga kita bisa sharing ttg anak dan sekitarnya. Senangnya bisa punya teman berbagi(from tumbletots bogor)

    ReplyDelete
  26. Salam kenal ya mbak... makasih juga udah kasih komen di rumah saya... tentang Liana... saya suka... meski pendiam tetapi ia penuh semangat... salam terkasih...

    ReplyDelete
  27. Disadari atau tanpa disadari perceraian ortu membuat psikis anak akan teganggu dalam perkembangannya. Dari sikap Liana yg ga mo dituntun sudah jelas menggambarkan bahwa selama hidupnya ga pernah dapat belaian kasih sayang yg cukup..Ia lebih suka apa2 tu sendiri..
    Nah tugas bu Guru Linda tuk mengajarkannya tuk bersosialisasi dengan temannya. Ato buat dongeng ttg arti persahabatan sesama teman saling tolong menolong dan saling mengasihi.
    Ajarkanlah "Bahwa kita hidup ini tetap membutuhkan orang lain".. Takutnya sih Liana kl Besar jd orang yg tertutup, mdh tersinggung dan Sensi...

    eh..ko' malah cerita ..udah ah..kaya' Aq org yg pinter aja..

    Salam kenal dari "Masnowo web www.keyshe.com ajang belajar,berkreasi dan bersosialisasi..
    Mampir ya kesana. Reg dulu dah itu Klik tulisan Komunitas Keyshe di kiri bawah. trims

    ReplyDelete
  28. keknya sifatnya tuh sdikit mirip sm aku, pemalu *malu malu mau :D

    ReplyDelete
  29. salam kenal mbak....

    wui, kasian juga ya si liana, mm emang anak yatim penderitaannya lebih berat ..

    salam buat liana mbak

    ReplyDelete
  30. postingnya panjang bgt.. mgkn suatu saat bisa dibukukan ttg unique-nya anak2.. pasti seru deh.. kumpulkan liana-liana yg lain..

    ReplyDelete
  31. cuma bisa geleng2 lihat blog punya ibu guru... blog anda uda aq link di blogroll dan http://duniapsikologi.dagdigdug.com/link-xchange/

    salam kenal...

    ReplyDelete
  32. sungguh dibutuhkan kesabaran yang luar biasa menghadapi tingkah laku anak-anak.
    makasih sharingnya.
    pic-nya ibu guru yang pakai jilbab kemarin cantik deh.hehe....
    terima kasih komentar n kunjungannya.

    ReplyDelete
  33. ass...wr.wb/lam kenal n sejahtera
    makasih dah kunjung di blog-ku ya,ehm...postingan yg menggugah isinya, siiip dech...terus berkarya ya....oh iya ane dah follow kakak,follow back me ya..thnxs...

    ReplyDelete
  34. Wah jadi ingat dulu ketika saya masih ngajar di TK,cerita dikit ya..ada muridku sebut aja Bunga ,anaknya lucu banget ,PEDE,cantik ,ceria,rambutnya ikal hitam..pokoknya menggemaskan..
    Nah suatu ketika sikapnya tdk seperti biasa ,jd pemurung..setelah saya cari tahu ke baby sister nya yg selalu mengantarkan kesekolah..ternyata ,subhanallah..dia tahu sesuatu dari menguping pembicaraan ortunya..bahawa dia anak hasil adopsi..Bunga anak yg sangat cerdas, dia bisa menangkap pembicaraan ortunya begitu dahsyat..membuat dia sedih..semenjak itu ,Bunga berhenti sekolah dng alasan pindah ke luar kota..semenjak itu kami tak pernah tahu kabar nya..Oh Bungaku ibu sayang kamu nak..dimana kau kini berada ...ratap kami sampai saat ini..

    Selamat puasa mba..

    ReplyDelete
  35. Setiap anak memang sangat ceria sekali ya, menyenangkan sekali, mereka memunyai kelebihan-kelebihan tersendiri.
    apalagi liana, pasti sangat bangga dan senang mempunyai dia.
    gambarnya saja menyenangkan.
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    ReplyDelete
  36. anak-anak itu sangat menrik buat disimak apa lagi buat di foto,hehehe

    ReplyDelete
  37. liana itu dibilang pendiam ngga juga, introvert termasuk ngga ya.. mungkin bu guru lebih tau masalah psikologi anak, yang penting anak tetaplah pribadi yang unik

    ReplyDelete
  38. memang butuh ekstra untuk menghadapi anak2 yak

    ReplyDelete
  39. namanya juga anak2,,kadang bikin gemes kadang bikin sebel juga,,,,hehhee

    ReplyDelete
  40. cute bgt itu bunga yg gede di kepala,hehhe jadi inget film traditionla korea,,biasanya Ibu suri nya pake bunga segede gajah gitu,hehee

    ReplyDelete
  41. siang
    ayo semangat
    deg liana saja selalu semangat dan pastinya u juga ya sahabat.........heheh ngasal ya si blue
    salam hangat selalu

    ReplyDelete
  42. wiihi hebat ya punya anak didik sendiri

    ReplyDelete
  43. anak yang unik :)
    dan mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua yang mau cerai, agar mempertimbangkan juga perkembangan anaknya..

    ReplyDelete
  44. Liana... suatu pribadi yg menyimpan duka.
    Sepertinya dia harus lebih banyak menerima rangsangan di sekolah, agar bisa lebih aktif dan berbaur dg teman-2nya.
    Kasihan juga dia ya mbak..?

    ReplyDelete
  45. it is good story by www.printhaha.blogspot.com

    ReplyDelete
  46. hihihi liana kecil mirip denganku waktu kecil pemalu ^^
    memang situasi dirumah bisa mempengaruhi sikap anak diluar

    ReplyDelete
  47. Mba ..ada hantaran buka puasa diblogku..diambil ya ..makasih.

    ReplyDelete
  48. mampir lagi mbak...
    kadang orang dewasa suka menganggap anak kecil sama cara berfikinya seperti mereka
    padahal gak
    jadi untuk memahami tingkah bocah cobalah berfikir dari sudut pandang mereka.
    itu menurut buku anak yang pernah saya baca lho mbak

    ReplyDelete
  49. mhh, .... dunia yg menyenangkan, cerita yg luarbiasa

    ReplyDelete
  50. Your blog is great,
    Thanks for visiting my blog and being following.Now i am the regular visitor of this blog.

    ReplyDelete
  51. wow, kostumnya keren banget!!!

    ReplyDelete
  52. Aku masukin Link Blognya ke Daftar Link Keren di Blogku www.rhgmsi.blogspot.com yach....trims...

    ReplyDelete
  53. Wah, kayak'x suka main bisik2 tetangga tu anak, xixixixiix.....
    Tapi ribet juga ya ngajar anak2, bawaan'x suka esmosi :D
    *Itu menurut saya :D

    ReplyDelete
  54. semoga ngga ada liana liana yang lain,mengalami Broken Home, semoga liana tetep semngat yah nak, selalu kuat , dan ngga pernah minder, inilah bukti keegoisan orang tua, liana banyak yang menyayangimu,termasuk Bu gurumu Ini,hehehe
    makasih yah mba dah berkunjung,salam kenal N minal aidin wal Faizin...

    ReplyDelete
  55. y begitulah anak2, karakternya masih sulit d tebak, apa dan bagaimana, mungkin dalam imajinasinya maksudnya gambar ultraman tp ternyata berbeda dengan faktanya, tp biasanya si anak apalagi sesusia itu suli untuk bohong karena dia bicara atas dari hati walaupun ia blm ngerti

    ReplyDelete
  56. Buat Mbak dan Mas yang telah melungakan waktu untuk ziarah dan meninggalkan kenangan indah dengan berkomentar untuk posting kalai ini, namely: Rizky2009, Inuel^-^, ivan kavalera, Zippy, robert hendra ginting, Esla, محمد فر د و س حبيبي, Big M Blog, Madu Nektar, Dwina,Ria, Print, ateh75, dst....terima kasih banyak atas kebaikan sampean-sampean yang telah memberi motivasi yang luar biasa kepada saya sehingga membuat saya semakin rajin ngeblog dan blogwalking. Once more, thank you so much!

    ReplyDelete
  57. saat ku kecil juga selalu ku ingat riang dan senangnya di bangku TK, hangatnya guru pengajar penuh kelembutan dan kasih sayang.....
    semangat lah para pengajar TK.....

    Beda dulu beda sekarang karena TK sekarang sudah harus bisa Baca dan berhitung....

    Bravo..

    ReplyDelete
  58. Anak-anak memang membawa energi, saya biasa mengajar anak-anak remaja sampai dewasa. Tapi kalau sudah dihadapkan anak2.. sepertinya lebih banyak mereka yang memberikan ilmu kepada saya. Asyiknya menjadi guru ya Mbak!
    (ngomporin diri sendiri.. hahaha!)

    ReplyDelete
  59. Ha ha ha lucu juga kalau dibayangkan. Rupanya dia terus menguji komitmen dan kesabaran serta ketlatenan para pendidik PAUD.

    ReplyDelete
  60. EVENTUALLY, THANK A LOT FOR ALL OF YOU, YANG TELAH MELUANGKAN WAKTU DAN MENINGGALKAN JEJAK PENTING PADA LAMAN PELANGI ANAK. SEMOGA KITA AKAN TERUS SALING KUNJUNG DAN SALING MEMOTIVASI AGAR SEMAKI RAJIN BLOGWALKING... HAVE A GREAT WEEKEND!

    ReplyDelete