Thursday, 27 August 2009

KETIKA DHYCA DI UJI SECARA INDIVIDU


Hari ini sudah memasuki hari ke-6 di bulan suci Ramadhan. Dan ini berarti juga menghadapi anak-anak Play Group Kelompok II, yang beberapa diantaranya tergolong aktif, di hari pertama puasaku. Dhyca salah satunya.

Hari ini ada yang unik dari Dhyca. Pagi ini dia diantar Sang Ibu, sampai pintu gerbang. Dia mengenakan setelan baju muslim warna biru muda. Setelah salim dengan bu guru yang menymbut di depan pintu gerbang, segera kuantar dia menuju ruang kelas. Namun belum mencapai ruang kelas, dia langsung berseru, "Prosotan…prosotan,” teriaknya sambil berusaha melepaskan diri. Segera kupegang erat tangannya dan langkahnya kuarahkan menuju ruang kelas. “Prosotannya nanti, karena masih dibersihkan sama Pak Tono,” kataku sambil menunjuk prosotan yang sedang dibersihkan oleh petugas kebersihan. Dia hanya diam, ketika mengamati prosotan tersebut.

Memasuki ruang kelas, Dhyca mengucap salam. “Salammualaikum,” ucapnya, yang seharusnya “Assalammualaikum", sambil membuka pintu kelas. Salah satu ciri khasnya, yang belum pernah dilakukan teman-teman sebayanya. Tanpa diminta atau diingatkan dia langsung mengucap salam ketika memasuki kelas. Sungguh merupakan hal yang luar biasa. Seperti biasa, semua aktivitas kelas sama sekali tidak diikuti olehnya. Kegiatan yang paling disukainya adalah menggambar, sampai lantai dan meja menjadi media tempat dia menggoreskan krayon.

Sampai tiba waktu uji individu. Pada selembar kertas tersedia gambar lima macam pancaindra diantaranya mata, hidung, mulut/lidah, telinga, dan tangan sebagai indera peraba. Pada setiap gambar pancaindra tersedia garis untuk menuliskan jawaban yang diucapkan anak. Nama gambar pancaindra dan fungsinya. Satu demi satu anak dipanggil. Jawaban yang diperoleh sangat beranekaragam. Ada yang bilang hidung itu untuk bernapas, menyim sampai mengupil. Hingga akhirnya tiba giliran Dhyca. Seperti biasa dia paling tidak tahan untuk diminta duduk selama 5 menit. Lalu saya bersama seorang teman saya bekerjasama untuk tetap melakukan tes individu, guna mengetahui kemmpuan berbahasanya sejauh mana. Saya yang menulis jawabannya, teman saya yang bertugas menanyai, mirip interogasi yang dilakukan polisi pada tersangka, he…he…he…

Dhyca tetap saja tidak menghiraukan ketika teman saya melontarkan pertanyaan fungsi mata. Dia tetap asyik dengan mainan yang ada di tangannya. Kami tidak patah semangat. Sambil mengikuti langkah kaki Dhyca yang mengitari kelas teman saya masih terus bertanya. Saat Dhyca sudah mulai berhenti, teman saya masih memburu jawabannya. “Dhyca ini apa?” tanya teman saya sambil memegang mata Dhyca. “Mata,” jawabnya singkat. “Matanya Dhyca buat apa?” tanya teman saya lagi. Teman saya mengulang tentang fungsi mata pada Dhyca. “Nangis,” jawab Dhyca lagi. “Kalau hidung?”. “Sisi!” jawabnya. Dan jawaban yang mengundang tawa serta tidak terduga adalah waktu teman saya menanyakan fungsi mulut. “Mulut Dhyca untuk?”. “Teh,” jawabnya singkat, padat dan jelas. Kontan saja kami berdua langsung tertawa, mengingat dia sangat menyukai minuman teh. Saya-pun lantas membubuhkan jawaban yang telah diperoleh teman saya dari Dhyca, pada lembar kerja murid milik Dhyca. Dan untuk selanjutnya jawaban fungsi telinga dan tangan tak dapat kami peroleh karena Dhyca sudah tidak mau menjawab lagi, karena sibuk dengan mainannya.

21 comments:

  1. huwahahahahaha lucu benar si daffa ini..... dengan spontannya dia bilang teh..... xixixixixixi

    ReplyDelete
  2. heheh bikin gemez ya si daffa...

    ReplyDelete
  3. hahahah... berarti bakal ada yang merelakan tehnya lagi seperti sebelum"nya ya... heheheh


    thumbs up dah buat guru TK...

    ReplyDelete
  4. dah tentu awak ada cara jaga anak hyperaktif

    ReplyDelete
  5. daffa...oh...daffa...moga tumbuh menjadi anak sholih ya...

    ReplyDelete
  6. duh saya jadi ingat totto chan pas baca si daffa ini. ini fiksi ato beneran mbak? e poto profilnya ganti ya?

    ReplyDelete
  7. widiiiiiiiiiiiiiiwww.....kadang begitulah dunia anak anakya mbakyu.... ada saja pertanyaan ataupun kadang juga jawaban yang tidak bisa kita duga sebelumnya

    ReplyDelete
  8. anak memang unik..
    dan dunianya sangat mengasyikkan.
    btw..tks tlh mampir di rumah tipe x-38[http://acmal.blogdetik.com]
    selamat beraktivitas di dunia anak

    ReplyDelete
  9. assalamu'alaikum ibu guru...makasih sharing dan kunjungannya. mesti sabar banget nih ngadepin anak2...

    ReplyDelete
  10. Semangat terus ya kak dalam membimbing adik2 kecil yang polos, Tia jadi gemez baca postingan ini kak. keep posting

    Cyntia

    ReplyDelete
  11. Gurunya kudu sabar niy menghadapi murid dg aneka karakter yg unik.. ^_^
    BTW, Daffa suka to the point ya ?

    ReplyDelete
  12. Haaaaaaaaaaaaaaaaahahahaha.......
    ups....terlalu keras yak ketawanya?! maap bu guru.

    ReplyDelete
  13. Guru Indonesia* Itu cerita yang sebenarnya, bukan fiksi. Saya memang suka menuliskan pengalaman saya tentang kisah-kisah lucu anak-anak didik saya, ketika mengamati mereka selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Karena memang itulah tugas pengajar kelompok bermain, supaya bisa mendalami dan mengetahui serta mengenali pribadi anak.

    ReplyDelete
  14. wa...daffa lucuuu....jawabannya kreatif banget hehehehe...

    ReplyDelete
  15. Ha ha ha ... pasti anaknya menggemaskan he he he!

    ReplyDelete
  16. wah semangat terus ya.. kelak ia akan jadi presiden.. :)

    ReplyDelete
  17. dari ceritanya udah kebayang dhyca pasti lucu banget, :)

    ReplyDelete
  18. nice postt sobb...salam kenal dan sukses selali!!!

    ReplyDelete